Ini Kata Bupati Soal Patung Biawak Jadi Ikon Pintu Masuk Wonosobo

Penampakan patung biawak Wonosobo yang belakangan jadi sorotan karena tampak realistis dan dilaporkan dibangun dengan biaya rendah.

WONOSOBO (LB)- Biawak, satwa yang selama ini identik dengan daerah Krasak, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Jawa Tengah akan dijadikan ikon pintu masuk Kabupaten Wonosobo. Usulan ini disampaikan oleh masyarakat setempat kepada Karang Taruna Krasak dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari keinginan masyarakat untuk melestarikan keberadaan biawak sekaligus sejarahnya. “Di Krasak, biawak atau menyawak memang sudah menjadi bagian dari ekosistem sejak lama. Biawak di sana tidak merusak hasil pertanian dan dianggap aman, sehingga masyarakat ingin menjadikannya simbol pintu masuk masyarakat Wonosobo,” ungkap Bupati kepada sejumlah media, Rabu (23/4).

Meskipun pemerintah daerah saat ini tidak memiliki anggaran untuk proyek ini, pihaknya memastikan bahwa langkah alternatif telah diambil. Pemkab Wonosobo tidak akan menggunakan APBD dan APBDes untuk membangun tugu biawak tersebut.

“Kita tidak anggarkan lewat APBD, kita mencoba memantik BUMD dan kami memantik semangat gotong royong dari BUMD untuk mewujudkan keinginan masyarakat,” katanya lagi.
Proyek pembuatan tugu Biawak dipercayakan kepada seniman lokal, Rejo Arianto, yang sebelumnya dikenal dengan karya-karyanya, termasuk lukisan di Pendopo Kabupaten. Pihaknya meyakini, Arianto dapat merealisasikan patung biawak yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. “Masyarakat sangat antusias dan terus bertanya kapan patung ini bisa diwujudkan. Semangat ini menjadi motivasi kami untuk segera menyelesaikan proses yang sedang berjalan,” tambahnya. Ketika ditanya mengenai anggaran, pihaknya mengungkapkan bahwa proyek ini akan dikelola dengan anggaran minimalis, namun tetap menghasilkan karya yang bernilai tinggi. “Yang terpenting adalah filosofinya tersampaikan dan ikon ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Wonosobo,” tegasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *