Irjen Djati Wiyoto: Polda Sumbar Siap Bersinergi  Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

PADANG (LB) – Polda Sumatera Barat menyatakan komitmen penuh untuk mendukung dan mengamankan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen itu disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar di Mapolda Sumbar, Senin (20/7) siang.

Audiensi dipimpin Kepala BPS Provinsi Sumbar Nurul Hasanudin. Turut hadir Kepala BPS Kota Padang Dessi Febriyanti, jajaran BPS bidang Sensus Ekonomi tingkat provinsi dan kota, serta Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, perwakilan Karoops dan Ditreskrimsus Polda Sumbar.

Dalam pertemuan tersebut, BPS menyampaikan bahwa tahapan sosialisasi kepada pemerintah daerah, instansi, pelaku usaha, dan masyarakat telah selesai dilakukan. Tahapan selanjutnya adalah pendataan lapangan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

BPS berharap dukungan Polri dapat menciptakan situasi kondusif selama pendataan berlangsung dan meningkatkan partisipasi masyarakat agar memberikan data yang benar kepada petugas sensus.

Menanggapi hal itu, Kapolda Irjen Djati Wiyoto menegaskan Polri siap bersinergi penuh dengan BPS. 

“Polda Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami siap bersinergi dan memberikan atensi agar seluruh tahapan pendataan berjalan aman, tertib, dan sukses,” ujar Kapolda.

Menurutnya, data statistik yang akurat sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun nasional.

Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk mendukung petugas BPS di lapangan dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap.

“Data yang berkualitas akan menjadi landasan perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tambahnya.

Senada dengan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya menyebut peran Polri tidak hanya pengamanan. 

“Polda Sumbar juga siap membantu BPS dalam edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya Sensus Ekonomi dan menciptakan situasi yang kondusif di lapangan,” pungkasnya.

Sensus Ekonomi adalah pendataan seluruh usaha di Indonesia yang dilakukan BPS setiap 10 tahun sekali. Data yang dihasilkan akan digunakan pemerintah untuk merumuskan kebijakan ekonomi, pemetaan usaha, dan program pemberdayaan UMKM. tom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *