Bareskrim Jerat 2 Tersangka Baru di Kasus Emas Ilegal dan Pencucian Uang

JAKARTA(LB) – Bareskrim Polri kembali mengembangkan kasus pertambangan emas ilegal. Dua tersangka baru ditetapkan dalam jaringan pengolahan dan distribusi emas tanpa izin yang menyeret nama perusahaan PT Simba Jaya Utama.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, kedua tersangka berinisial DHB dan VC. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya sudah menjerat tiga tersangka: TW, DW, dan BSW sejak 27 Februari 2026.

“Berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan dua tersangka baru yang diduga kuat turut serta dalam kegiatan pertambangan tanpa izin dan tindak pidana pencucian uang,” ujar Ade Safri dalam keteranganya Rabu (13/5).

DHB diketahui anak dari SB alias A yang disebut punya peran penting di jaringan tersebut. Ia menjabat Direktur PT Simba Jaya Utama periode 13 Agustus 2021 hingga 14 September 2022. Posisi itu kemudian dilanjutkan VC hingga sekarang.

SB alias A sendiri telah meninggal dunia April 2026, sehingga proses hukum terhadapnya dihentikan. Namun penyidik tetap memburu pihak lain yang terlibat.

Kedua tersangka diduga menampung, mengolah, hingga menjual emas hasil tambang ilegal. Bareskrim juga menelusuri dugaan pencucian uang dari hasil kejahatan itu dengan metode follow the money.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi lima alat bukti, mulai dari keterangan saksi, ahli, dokumen, barang bukti fisik, hingga bukti elektronik. Keduanya dijerat pasal berlapis dari UU Minerba, KUHP, hingga UU TPPU.

Untuk mencegah kabur, Bareskrim sudah berkoordinasi dengan Imigrasi agar kedua tersangka dicekal ke luar negeri.

Ade Safri menegaskan tidak ada toleransi bagi praktik tambang ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan. “Penegakan hukum ini tidak hanya menyasar tindak pidana asal, tetapi juga pencucian uangnya, agar efek jera maksimal,” katanya.

Dalam pengungkapan ini, Bareskrim bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana mencurigakan. Kerja sama lintas lembaga dinilai penting untuk membongkar jaringan kejahatan sampai ke akar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *