Bareskrim Usut Kasus Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat

JAKARTA(LB)-Bareskrim Polri memutuskan mengambil alih kasus yang menjerat eks Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Deky Jonathan Sasiang yang diduga terlibat sindikat bandar narkoba Ishak dkk (Sindikat Narkoba Kutai Barat). 

“Bahwa pengembangan penanganan kasus sindikat bandar narkoba Ishak dkk (Sindikat Narkoba Kutai Barat) saat ini diambil alih oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Selasa (12/5).

Kasus AKP Deky menambah panjang daftar keterlibatan oknum perwira polisi dalam pusaran jaringan narkoba di tanah air.

Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangannya memutuskan untuk mengambil-alih kasus tersangka Ishak selaku bandar narkoba dari jaringan Kutai Barat, ke Bareskrim Polri.

Brigjen Eko mengatakan pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Bidpropam Polda Kaltim. “Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapatkan fakta baru terkait keterlibatan AKP Deky Jonathan Sasiang,” ujarnya.

Menurut Eko, AKP Deky diduga berperan membantu peredaran bisnis narkoba yang dikendalikan oleh Ishak. Ishak merupakan bandar narkoba yang ditangkap oleh Kepolisian Sektor Melak, Kutai Barat, pada 11 Februari 2026.

Eko menyebut AKP Deky masuk dalam operasional bisnis peredaran gelap narkoba yang dilakukan oleh sindikat bandar narkoba Ishak dkk.

Namun jenderal bintang satu lulusan Akpol 1999 itu tak menjelaskan lebih detail seperti apa keterlibatan AKP Deki dalam jaringan narkoba Ishak dkk. “Untuk lebih lengkapnya akan dirilis,” ucapnya singkat.

Deky Gantikan AKP Muhammad Ridwan

AKP Deky Jonathan Sasiang baru empat bulan resmi menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kubar. Ia mengggantikan posisi AKP Muhammad Ridwan yang ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mako Polres Kubar, Rabu (3/12) pagi. 

Sebelumnya, Deky menjabat sebagai Kasubbagbinops Bag Ops Polres Kubar dan pernah memimpin Satlantas Polres Kubar dengan berbagai capaian positif di bidang keamanan berlalu lintas.

Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaksono secara khusus bahkan berpesan kepada pejabat baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik masyarakat Kubar, serta melakukan pemetaan wilayah secara menyeluruh. 

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkotika. Tapi, harapan itu disalahgunakan oleh AKP Deky, yang menambah panjang catatan oknum perwira polisi tersandung kasus narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *