Sudah Jadi Identitas, Warga Tak Mau Patung Jenderal Sudirman Dipindahkan

Patung Jenderal Sudirman di Jalan Sudirman.

JAKARTA (LB)- Santoso (47), pedagang minuman yang berjualan di sekitar area Stasiun Sudirman, Menteng, Jakarta Pusat, mengaku tak setuju dengan rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ia berharap patung pahlawan nasional tersebut bisa tetap berada di lokasi saat ini. “Biarlah tetap di sini (Jalan Jenderal Sudirman). Patung Sudirman sudah lama jadi identitas tempat ini. Kalau dipindahkan, rasanya seperti memindahkan sejarah juga,” katanya, Jumat (3/10).

Santoso menyarankan pemerintah mengkaji ulang rencana pemindahan agar tetap mempertimbangkan nilai sejarah dan simbolik Patung Jenderal Sudirman. “Kalau hanya untuk penataan kota, seharusnya ada alternatif lain. Jangan sampai sejarah hilang,” ujarnya.

Dar pantauan di lokasi, Jumat, tampak patung perunggu setinggi 11 meter, termasuk penyangga 5,5 meter, berdiri tegap di dekat Jembatan Penyeberangan Multiguna Dukuh Atas. Patung ini menjadi salah satu ikon sejarah yang melekat di Jalan Sudirman.

Sementara itu, Arif (29), pengemudi ojek online yang biasa menunggu penumpang di sekitar Stasiun Sudirman juga menyuarakan harapan yang sama. “Kami sehari-hari melewati sini. Patung Sudirman bukan cuma hiasan, tapi penanda identitas jalan,” tutur Arif.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berencana memindahkan Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa patung akan ditempatkan di lokasi lebih representatif saat kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas rampung dibangun, agar terlihat lebih menonjol dari Jalan Thamrin.

“Patung Sudirman tentunya harus mendapat posisi yang betul-betul di depan agar masyarakat bisa menghargai sosok jenderal besar ini,” ujar Pramono di Balai Kota, Kamis (2/10). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan, pemindahan dilakukan seiring pembangunan TOD Dukuh Atas, yang menjadi simpul integrasi transportasi massal, mulai MRT, LRT, KRL, hingga kereta bandara. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *