Konferensi pers pelaksanaan tindakan operasi TAVI pertama SCVC di BIH.
BALI (LB)—SCVC (Sapporo Cardio Vascular Clinic), pusat layanan kardiovaskular yang merupakan bagian dari HKAMG (Hong Kong Asia Medical Group), memperkenalkan kehadirannya di Indonesia melalui kolaborasi dengan BIH (Bali International Hospital) yang berlokasi di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Kesehatan dan Kesejahteraan Sanur, Bali.
Kehadirannya ditandai dengan pelaksanaan tindakan operasi TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implantation) pertama SCVC di BIH yang menunjukkan pencapaian penting layanan kardiologi tingkat lanjut di Bali.
Melalui program ini, dua pasien Indonesia telah berhasil menerima tindakan operasi pada 7 Maret 2026. Adapun proses screening, persiapan kandidat telah dilakukan sejak Desember 2025. Program ini menjadi tonggak penting karena merupakan operasi TAVI pertama SCVC di BIH yang dilakukan melalui kolaborasi tim dokter multinasional.

Prosedur dilakukan oleh Dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K), dokter spesialis jantung intervensi dari SCVC bersama Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi dari HKAM Group.
Seluruh biaya tindakan dalam program ini ditanggung oleh HKAMG sebagai bagian dari Surgery CSR Program, sebuah inisiatif kemanusiaan yang bertujuan memperluas akses pasien terhadap teknologi medis canggih yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bagi pasien dengan stenosis aorta berat, kondisi penyempitan katup jantung berisiko menyebabkan gagal jantung hingga kematian jika tidak ditangani. Program ini memberikan harapan baru.
Banyak pasien dengan kondisi tersebut sebelumnya menghadapi keterbatasan pilihan terapi karena risiko tinggi operasi jantung terbuka atau harus mencari pengobatan ke luar negeri dengan biaya yang sangat besar. Melalui kolaborasi SCVC dan BIH, pasien Indonesia kini dapat memperoleh prosedur jantung kompleks dengan standar internasional lebih dekat dengan rumah mereka.
Steven Tse, CEO Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), mengatakan ekspansi SCVC ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat akses layanan jantung berkualitas di kawasan Asia.
“Kehadiran SCVC di Indonesia merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan teknologi medis mutakhir serta kolaborasi keahlian dokter internasional guna memperluas akses layanan jantung bagi pasien di kawasan Asia Tenggara,” jelas Steven Tse, dalam konferensi pers hybrid, Senin (9/3/2026).
“Melalui program CSR TAVI ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi medis tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan. Inisiatif ini juga membantu menjawab kebutuhan layanan jantung kompleks di Indonesia sehingga pasien tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri. Pengenalan prosedur TAVI di Bali International Hospital menandai tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Ketersediaan layanan ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar internasional,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Noel Yeo, Chief of Commercial & Operations PT Pertamedika Bali Hospital, menyampaikan bahwa pengenalan prosedur TAVI di BIH merupakan tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang sangat kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar pelayanan internasional.
Di Indonesia, meskipun tindakan TAVI telah tersedia, prosedur ini masih dilakukan oleh jumlah rumah sakit yang terbatas. Kehadiran layanan ini di Bali International Hospital diharapkan dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan standar layanan jantung nasional.
Menurut Dr. I Made Junior Rina Artha, layanan ini membuka peluang baru bagi pasien yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan terapi.
“Banyak pasien stenosis aorta berat datang dalam kondisi lanjut dan berisiko tinggi untuk menjalani operasi terbuka. Dengan TAVI, kami dapat memberikan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Kolaborasi tenaga ahli dalam dan luar negeri ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar layanan jantung intervensi di Indonesia,” ujarnya. **
