BOSTON – Prancis ditantang Maroko pada babak perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Boston, AS, Jumat (3/7) mulai pukul 03.00 WIB. Laga ini berpotensi berlangsung ketat.
Les Bleus melaju nyaris sempurna. Tim asuhan Didier Deschamps lolos sebagai juara Grup I, lalu mengalahkan Swedia (3-0) dan Paraguay (1-0) pada fase gugur.
Sedangkan Singa Atlas kembali membuktikan diri sebagai tim kuat. Mereka pamer kapasitasnya sebagai kekuatan baru sepak bola dunia usai finis sebagai runner-up Grup C, lalu menyingkirkan Belanda via adu penalti (3-2) dan mendepak tuan rumah Kanada 3-0.
Pertemuan nanti sekaligus menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 ketika Prancis menekuk Maroko 2-0. Bisa dipastikan Maroko mengusung misi balas dendam.
Pelatih Prancis Didier Deschamps.mengingatkan seluruh skuadnya untuk benar-benar fokus di laga nanti. “Maroko sangat kuat. Sangat salah jika kami meremehkan mereka. Laga nanti diperkirakan berjalan ketat. Kami tentu harus berjuang untuk selalu dalam jalur permainan kami,” ujarnya dikutip dari laman FIFA.
Les Bleus tetap diunggulkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman di turnamen besar. Mereka selalu menang, dan sudah melesakkan 14 gol, hanya bobol 2 gol dalam lima laga di Piala Dunia 2026. Dua clean sheet pada fase gugur jelang kontra Singa Atlas menjadi modal berharga.
Tidak dapat dikesampingkan adalah faktor Kylian Mbappe. Dengan torehan 7 gol dari 5 laga, sang penyerang Real Madrid adalah mesin utama bagi Les Bleus. Andai Mbappe tidak dalam hari terbaik, masih ada Ousmane Dembele dan Michael Olise.
Di sisi lain. Maroko tentu termotivasi untuk memenangkan laga. Apalagi mereka merupakan satu-satunya wakil Afrika yang masih tersisa di ajang ini.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi pun terus memotivasi para pemainnya untuk optimis menghadapi Prancis. “Kami tentu sudah siap menghadapi Prancis. Mereka tim kuat, tetapi kami tak gentar. Seluruh pemain memiliki motivasi tinggi dan semangat membara,” ujarnya.
Namun pelatih berusia 49 tahun itu menepis anggapan bahwa duel kontra Prancis akan menjadi ajang balas dendam. “Kami ingin melangkah sejauh mungkin dan membuat rakyat kami bangga. Yang perlu kita lakukan adalah bertahan dan tetap resilen ketika situasi tidak baik-baik saja,” tuturnya.
Maroko tidak punya sosok seperti Mbappe. Dari 10 gol yang dikemas Singa Atlas, 3 di antaranya dikoleksi Ismael Saibari. Namun, ada pula Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi.
Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan bahwa Prancis lebih unggul dari Maroko. Akan tetapi, tim-tim besar seperti Brasil dan Belanda baru saja membuktikan bahwa Singa Atlas tidak bisa dipandang remeh.
Prancis diperkirakan menurunkan Mike Maignan (kiper); Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot; Michael Olise, Ousmane Dembele, Bradley Barcola dan Kylian Mbappe dengan formasi 4-2-3-1.
Sementar Maroko diprediksi menurunkan Yassine Bounou (kiper); Achraf Hakimi, Issa Diop, Halhal, Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss dan Soufiane Rahimi dengan formasi 4-2-3-1.***
