JAKARTA (LB) – Wali
Kota Jakarta Pusat, Arifin,
hampir menjadi korban penipuan dengan modus KTP
digital. Kasus ini kini tengah
diselidiki Direktorat Reserse
Siber Polda Metro Jaya.
“Lagi (ditelusuri),” kata
Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol
Roberto Pasaribu kepada
wartawan, Selasa (23/9).
Menurut Roberto, kasus
tersebut masih memerlukan
penyelidikan lebih lanjut.
Meski demikian, Roberto tidak merinci apakah Arifi n sudah membuat laporan polisi di
Polda Metro Jaya atau belum.
“Pokoknya semua laporan
yang masuk ke kami pasti
ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Semua ditindaklanjuti dengan penyelidikan
dahulu,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota
Jakarta Pusat, Arifi n, menjadi
sasaran percobaan penipuan
melalui panggilan telepon
WhatsApp. Kamis (18/9)
lalu. Video kejadian itu turut
dibagikan oleh Arifi n melalui
akun Instagram @kotajakartapusat dan menjadi viral di media sosial.
Arifin kepada wartawan
menyebut, para pelaku mengaku sebagai petugas dari
Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Jakarta Barat.
Modus yang digunakan adalah berpurapura menawarkan layanan pengalihan sistem kartu identitas menjadi KTP digital.
Dengan dalih resmi, pelaku
mencoba meyakinkan korban agar mengikuti instruksi
yang berpotensi mengarah
pada pencurian data pribadi
atau pengurasan informasi
sensitif.
