Gubernur Banten, Andra Soni, menerima kunjungan Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie beserta jajarannya di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.
SERANG (LB)- Pemerintah Provinsi Banten memperkuat kolaborasi dengan Yayasan Bhakti Bela Negara guna mendukung ketahanan pangan sekaligus mewujudkan daerah tersebut sebagai lumbung pangan nasional melalui pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Gubernur Banten, Andra Soni, melalui keterangannya di Serang, Selasa (23/6), mengatakan penguatan sektor pertanian di wilayahnya sejalan dengan tren positif pada kesejahteraan petani yang tercermin dari naiknya Nilai Tukar Petani (NTP).
“NTP kita terus tumbuh, NTP Banten pada Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kemudian pertumbuhan sektor pertanian juga tumbuh positif, saya berharap mudah-mudahan ini terus konsisten,” ungkap Andra.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendorong Banten menjadi salah satu pusat lumbung pangan nasional.
Seno menjelaskan, salah satu strategi utama yang dijalankan untuk merealisasikan target tersebut adalah melalui budi daya padi unggul varietas PS-08.
“Saya laporkan kepada Gubernur, mohon dukungannya untuk menjadikan Banten sebagai provinsi pusat lumbung pangan nasional karena kami sudah mulai membuka lahan di Banten dengan bibit padi unggul PS-08,” kata Seno.
Ia memaparkan, pihaknya sebelumnya telah berhasil memanen padi seluas 753 hektare pada Februari 2026 lalu. Selanjutnya, yayasan menargetkan panen raya di hamparan lahan seluas 1.500 hektare pada Agustus mendatang.
Dalam tiga tahun ke depan, Yayasan Bhakti Bela Negara memproyeksikan perluasan lahan pertanian hingga mencapai 50 ribu hektare dengan melibatkan pemberdayaan para petani lokal. Lebih lanjut, yayasan turut merencanakan penguatan hilirisasi sektor pertanian dengan membangun fasilitas pusat penggilingan di wilayah tersebut. “Saya mau investasi membangun pusat penggilingan padi di Banten, supaya petani-petani di Banten kalau mau menggiling padinya tidak harus keluar dari Banten,” tambahnya. *
