Manajemen BBRM (ki-ka) Kukuh Komandoko (komisaris independent), Liely (direktur), dan Na’Im Machzyumi (direktur utama).
JAKARTA (LB)–-PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) baru saja menggelar RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) untuk Tahun Buku 2025.
Di tengah dinamika perekonomian global dan tensi geopolitik yang penuh ketidakpastian, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) berhasil menjaga kinerja keuangan yang solid dengan mencatatkan total pendapatan sebesar USD 13.818.874, tumbuh 2,9% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 13.430.614.
“Pertumbuhan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 didorong oleh performa kuat dari dua segmen utama yaitu Segmen Kapal Penunjang Lepas Pantai (OSV) yang tetap menjadi kontributor utama, menopang stabilitas keuangan dengan pendapatan USD 11.790.910, menyumbang 85 persen dari total pendapatan Perseroan. Tingkat utilisasi armada OSV mencapai 82,08% berkat peningkatan aktivitas eksplorasi laut dalam global. Segmen kedua yaitu Kapal Self Propelled Barge (SPB) yang mencatat lonjakan signifikan sebesar 24,3% menjadi USD 2.027.964, dipicu oleh penambahan 1 unit kapal SPB baru yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2024,” urai Direktur Utama BBRM Na’Im Machzyumi, dalam Public Expose Tahunan yang digelar melalui zoom meeting, Selasa (23/6/2026).

Dari sisi efisiensi, tambahnya, beban pokok pendapatan berhasil ditekan turun menjadi USD 7.166.325. Di akhir tahun buku 2025, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 6.269.701.
Na’Im Machzyumi mengungkapkan, laporan keuangan Perseroan tahun buku 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace & Karunawan dengan opini “Wajar dalam semua hal yang material”. Dan seluruh laporan tahunan dapat diakses oleh publik melalui situs resmi Perseroan di bbr.co.id/annual-reports/.
Lebih lanjut Na’Im Machzyumi melaporkan, untuk memperkuat struktur modal dalam menghadapi rencana pengembangan usaha ke depan, RUPS menyepakati bahwa Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. “Seluruh laba bersih akan dialokasikan untuk mendanai rencana penambahan armada baru,” ujarnya.
Struktur Neraca Semakin Kuat
Dalam Public Expose Tahunan juga dilaporkan, Per 31 Desember 2025, posisi keuangan Perseroan menunjukkan pertumbuhan yang sangat sehat. Total aset naik menjadi USD 48.821.766 (meningkat USD 5,55 juta), didorong peningkatan kas dari pendapatan sewa serta investasi aset dalam penyelesaian 1 unit kapal OSV senilai USD 2,42 juta.
Sementara total liabilitas turun 14% menjadi USD 4.551.675 berkat pembayaran cicilan utang bank (Kredit Investasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk) secara berkala. Total ekuitas meningkat 17% menjadi USD 44.270.091 sejalan dengan perolehan laba tahun berjalan.
Ekspansi Kapal PSV Senilai USD 22 Juta
Menghadapi tahun 2026, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pertumbuhan konsumsi minyak global akan meningkat menjadi 930.000 barel per hari (bpd).
Guna menangkap peluang pasar internasional yang terus berkembang di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Perseroan mengumumkan rencana strategis berskala besar.
“Untuk menangkap peluang pasar yang terus berkembang, Perseroan berencana melakukan penambahan armada baru, yaitu membangun satu unit kapal PSV (Platform Supply Vessel) dengan nilai investasi mencapai USD 22.000.000,” jelas Na’Im Machzyumi.
Langkah ini melengkapi strategi peremajaan lini armada yang telah berjalan, di mana Perseroan aktif melakukan kegiatan dry docking preventif serta menjual kapal-kapal berusia tua untuk digantikan dengan kapal yang bernilai ekonomis lebih tinggi.
Komitmen CSR dan Lingkungan (TJSL)
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan beberapa program strategis:
1. Pelestarian Alam: Penanaman 250 bibit pohon puspa di Hutan Desa Pekasiran, Batur, Banjarnegara untuk mendukung penyerapan karbon dioksida dan pencegahan erosi.
2. Kepedulian Sosial: Penyaluran bantuan sosial dan sembako senilai Rp 14.700.000 pada 25 Juni 2025 ke Panti Werda Hana, Bandar Lampung, yang merawat anak yatim dan warga lanjut usia.
Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Direksi atas pengelolaan Perseroan yang dinilai tetap lincah, efisien, dan mampu mencatatkan pertumbuhan positif di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global ke level 3,2%. **
