Norwegia Waspadai Serangan Balik Pantai Gading  

Erling Haaland, Pemain Norwegia.

ARLINGTON – Norwegia ditantang Pantai Gading dalam babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Dallas (Stadion AT&T), Arlington, Texas, Rabu (1/7) 00.00 WIB.

Norwegia lolos ke babak gugur mengulangi pencapaian terakhir mereka saat tampil di Piala Dunia 1998. Tim Skandinavia ini menyegel tiket ke babak 32 besar setelah mengalahkan Irak (4-1) dan Senegal (3-2), meski harus mengakui keunggulan Prancis (1-4) pada laga penutup fase grup. Hasil itu membawa Singa Skandinavia finis sebagai runner-up Grup I.

Jelang laga nanti, pelatih Norwegia Stale Solbakken mengaku waspada dengan keunggulan fisik Pantai Gading. Di samping itu, juru taktik berusia 58 tahun tersebut juga menilai kedalaman skuad asuhan Emerse Fae merata di setiap lini.

“Saya pikir mereka punya kombinasi bagus di sektor gelandang, dihuni seorang playmaker, pelari dan jangkar. Sayap mereka juga berbahaya, punya striker yang lihai menahan bola sekaligus bisa menusuk ke belakang garis pertahanan, ditambah dua bek tengah seperti tembok kokoh. Tim mereka sangat bagus, tetapi kami juga tim kuat jika mampu mengerahkan performa terbaik,”  ujar Solbakken, dikutip dari laman resmi FIFA.

Guna meredam keunggulan fisik lawan, Solbakken mengonfirmasi bahwa keputusan rotasi pemain saat melawan Prancis di laga fase grup merupakan bagian dari strategi. Langkah itu diambil agar pilar utama Norwegia punya cukup waktu untuk istirahat, mengingat Pantai Gading memiliki keuntungan waktu istirahat satu hari lebih lama.

“Kami sudah mengeliminasi keuntungan satu hari istirahat ekstra yang mereka miliki (rotasi melawan Prancis). Jadi, sekarang kami dalam kondisi setara dalam hal kesiapan fisik, hal yang saya pandang sebagai salah satu kekuatan terbesar mereka,” tutur Solbakken.

Norwegia diperkirakan menurunkan Orjan Nyland (kiper); Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Moller Wolfe, Julian Ryerson; Sander Berge, Martin Odegaard, Fredrik Aursnes; Erling Haaland, Alexander Sorloth dan  Antonio Nusa, dengan formasi 4-3-3. 

Sementara itu, dalam partisipasi keempat mereka di putaran final Piala Dunia, Pantai Gading akhirnya mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. The Elephants  mengamankan posisi runner-up Grup E setelah menang 1-0 atas Ekuador, kalah 1-2 dari Jerman, lalu kembali menang 2-0 atas Curacao.

Pantai Gading tampil lebih disiplin di lini belakang. Wakil Afrika itu hanya kebobolan dua gol serta mencatat dua clean sheet sepanjang fase grup. Mereka juga dominan dalam distribusi bola dengan 1.374 operan sukses, lebih banyak dibanding Norwegia yang mencatat 1.154 operan sukses.

Perbedaan gaya main ini bikin laga diprediksi berlangsung seimbang. Singa Skandinavia berpotensi mengandalkan Martin Odegaard untuk menyuplai bola ke Erling Haaland di lini depan, sedangkan Pantai Gading kemungkinan main lebih disiplin, mengandalkan serangan cepat.

Emerse Fae mengaku sudah memiliki formula untuk meredam Haaland. Fae menilai cara paling efektif mengurangi ancaman Haaland bukan dengan terus bertahan, melainkan memaksa Norwegia lebih banyak berada dalam tekanan. 

“Kemampuan mencetak gol dari banyak pemain berbeda adalah salah satu kekuatan utama kami. Mereka memiliki Haaland, tapi kami siap mengantisipasinya, ” ujar Fae.

Pantai Gading diperkirakan memainkan Yahia Fofana (kiper); Ghislain Konan, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Guela Doue; Inao Oulai, Franck Kessie, Seko Fofana; Amad Diallo, Yan Diomande dan  Evann Guessand Bonny dengan formasi 4-3-3. 

Perlu diketahui kedua tim belum  pernah bertemu sebelumnya. Maka, laga diprediksi berjalan alot, keras dan seru.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *