8 Perusahaan Antre Gelar IPO 

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin (29/6) sore, seiring pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah dan arah suku bunga global.

IHSG ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke posisi 5.820,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,71 poin atau 1,83 persen ke posisi 573,01.

Sepanjang Senin IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam minus 1,63 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 1,44 persen dan 1,16 persen. Sedangkan satu sektor menguat yaitu sektor properti yang naik sebesar 0,62 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OILS, ASPI, TRUS, PMUI, AYLS, dan PMUI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BHAT, BBRM, COCO, GPSO, dan UVCR,

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.205.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,99 miliar lembar saham senilai Rp8,16 triliun. Sebanyak 228 saham naik, 467 saham menurun, dan 264 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 161,12 poin atau 0,23 persen ke 69.522,00, indeks Shanghai menguat 46,64 atau 1,16 persen ke 4.073,90, indeks Hang Seng menguat 335,60 poin atau 1,48 persen ke 23.007,60 dan indeks Strait Times menguat 12,30 poin atau 0,20 persen ke 5.202,48.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *