Musim Kemarau Tiba, Warga Gunungkidul Diminta Antisipasi Hewan Misterius Penyerang

Ilustrasi Kambing.

YOGYAKARTA (LB)- Sejumlah kalurahan di Kabupaten Gunungkidul mengantisipasi hewan liar yang menyerang ternak saat musim kemarau. Hingga kini, jenis hewan tersebut belum diketahui. Suryono, Ulu-ulu Kalurahan Purwodadi mengatakan, hewan liar itu sering menyerang dan menghisap darah kambing ternak milik warga saat musim kemarau sekitar Juni-Agustus.

Ia mengimbau masyarakat untuk memindah kandang ternak ke dekat pemukiman agar mudah dilakukan pemantauan.

“Kalau tidak dipindah, kandang yang ada di ladang harus diperkuat pagarnya agar tidak mudah ditembus,” ucap dia saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (8/6).

Ia mengatakan, setiap musim kemarau ada saja ternak yang dimangsa hewan liar tersebut. Meski begitu, dalam dua tahun terakhir tidak ada laporan ternak yang mati.

“Dua tahun terakhir tidak ada kambing mati yang diserang hewan misterius. Tapi, ancaman tak sepenuhnya menghilang karena bisa terjadi kapan saja,” kata Suroyo.

Hal serupa juga terjadi di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul.  Lurah Giripurwo, Supriyadi mengatakan, di wilayahnya setiap tahun juga ada ternak yang mati. Pihaknya meminta warga memperkuat kandangnya untuk mengantisipasi serangan hewan misterius. “Serangan banyak terjadi saat kemarau khususnya di Bulan Juli dan Agustus,” kata Supriyadi.

Meski belum ada serangan tahun ini, pihaknya ingin warga segera melakukan penguatan atau pemindahan ternak yang mudah dipantau.

Sementara itu, Lurah Girimulyo, Kapanewon Panggang, Sunu Raharjo, mengatakan, dua tahun terakhir tidak ada serangan hewan misterius. Namun demikian pihaknya tetap mengimbau warga antisipasi.

Ia mengatakan, kambing yang diserang tidak dimakan, tapi hanya digigit di bagian leher atau perut. “Tidak dimakan dan umumnya kambing yang mati karena kehabisan darah,” kata dia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *