JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7) sore dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar/investor atas kenaikan harga minyak mentah global imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
IHSG ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,86 persen ke posisi 627,12.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,54 persen.
Sedangkan lima sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus 1,08 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,94 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FUTR, MPRO, ENAK, ZATA, dan ALKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SWID, HOPE, LUCK, WMUU, dan FORU.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.148.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 59,77 miliar lembar saham senilai Rp23,88 triliun. Sebanyak 343 saham naik, 309 saham menurun, dan 313 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 0,39 persen ke 66.374,00, indeks Shanghai menguat 0,25 persen ke 3.876,78, indeks Hang Seng menguat 1,28 persen ke 25.210,81, indeks Kospi menguat 4,40 persen ke 7.096,89, dan indeks Strait Times melemah 0,32 persen ke 5.577,75.***
