Arsenal Kecolongan di Menit Akhir, Gagal Atasi Sunderland

Laga Arsenal melawan tuan rumah Sunderland.

SUNDERLAND – Arsenal mendapatkan perlawanan sengit dari Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris. Kemenangan Meriam London yang sudah di depan mata malah lenyap di injury time.

Dalam laga di Stadium of Light, Minggu (9/11) dini hari WIB itu,  Arsenal tertinggal 0-1 lebih dulu di babak pertama akibat gol Daniel Ballard. Di babak kedua, Arsenal membalas untuk memimpin 2-1 lewat Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Tapi Brian Brobbey kemudian membuyarkan kemenangan Arsenal di depan mata pada injury time, membuat skor akhir imbang 2-2.

Sebelum  melawan Sunderland, Arsenal dalam periode bahagia dengan rentetan 10 kemenangan dan 8 clean sheet beruntun di semua ajang.

Manajer Arsenal Mikel Arteta mengakui bahwa Sunderland memberikan perlawanan sengit dan membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan.

“Ini ujian yang sangat berat. Kami tahu mereka akan tampil seperti itu, membuat semuanya sulit bagi kami. Mereka memaksa permainan ke area tertentu yang harus kami hadapi. Pada akhirnya, kami sangat sial karena kebobolan di menit akhir,” tambahnya.

Arteta menjelaskan bahwa ia sempat memberikan pesan tegas kepada para pemain di ruang ganti saat jeda babak pertama. Ia ingin timnya lebih tajam dalam memanfaatkan peluang dan tidak mengulangi kesalahan saat bertahan. “Kami harus tampil lebih baik, terutama melihat cara kami kebobolan gol pertama,” ujarnya,  

Menurutnya, Arsenal sudah mempersiapkan diri menghadapi gaya bermain Sunderland, namun eksekusi di lapangan masih kurang maksimal. Meski sempat membalikkan keadaan, Arsenal kembali lengah di penghujung laga.

“Semua sudah jelas, kami tahu apa yang mereka lakukan dan kami berlatih untuk itu. Kami mencetak gol kedua, tapi satu bola langsung lagi dari mereka berujung kebobolan,” ujarnya.

Bahkan Arteta merasa sakit perut melihat gawang David Raya jebol. “Sakit perut saya karena tidak ingin kebobolan. Dan gol itu jelas-jelas membuat pertandingan berada dalam posisi sulit,” kata Arteta yang dikutip dari situs resmi Arsenal.

Sementara manajer Sunderland, Regis Le Bris, mengakui telah melakukan perubahan taktik yang jitu untuk meredam Arsenal, khususnya terkait lemparan jauh ke kotak penalti.

Akibatnya, The Gunners kehilangan salah satu senjata bola mati mereka yang terus berkembang. Dan, ternyata, taktik itu berhasil. Arsenal memiliki potensi terbatas dalam serangan udara mereka dan gagal memanfaatkan dominasi mereka yang biasa dari lemparan ke dalam.

“Ya, kami mencoba menemukan detail untuk memenangkan pertandingan. Mereka sangat kuat dalam bola mati, dan kami juga bagus. Sangat jelas bahwa ancaman ini sangat penting untuk pertandingan ini, dan pada akhirnya, semuanya seimbang,” ujarnya kepada BBC Sport .

Bagi Le Bris, hasil ini merupakan validasi atas keyakinan timnya. “Para pemain bekerja keras hingga akhir. Mereka yakin bisa mengubah dinamika. Pertandingan ini sulit, seperti yang kami perkirakan. Mereka mungkin salah satu tim terbaik di Eropa. Kami sempat kesulitan, tetapi kami tetap yakin bisa mencetak satu gol lagi. Para penggemar kami sangat membantu. Terkadang kami merasa tegang, tetapi kami adalah skuad baru, kami masih muda,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *