Karawang dibuat geger dengan pesta LGBT dari kaum gay yang terlihat mesra dan berciuman di salah satu THM yang belum lama berdiri.
KARAWANG (LB)- Sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang mulai marak dijadikan ajang pesta LGBT. Itu terlihat dari tayangan video yang berseliweran di media sosial.
Terakhir, Sabtu (6/6) malam, Karawang dibuat geger dengan pesta LGBT dari kaum gay yang terlihat mesra dan berciuman di salah satu THM yang belum lama berdiri.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengaku geram atas kejadian tersebut. Dia meminta setiap pengelola THM menjalankan usahanya dengan mengedepankan norma dan tidak melakukan aktivitas yang bertentangan dengan norma dimasyarakat.
“Kalau sudah seperti itu toleransi kita ada batasnya. Jika terbukti lagi ada pesta LGBT di THM akan saya tutup,” kata Aep Syaepuloh, Senin (8/6).
Aep menegaskan telah memerintahkan Satpol PP untuk segera bertindak memanggil pengelolanya serta memberikan teguran keras adanya pesta gay kemarin malam. Jika sampai terjadi lagi agar langsung ditutup.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Kalau.masih seperti ini saya pastikan akan kami tindak tegas,” katanya
Menurutnya, Pemkab Karawang selama ini telah memberikan toleransi kepada pelaku usaha. Hendaknya kepercayaan itu harus dijaga dengan tidak melakukan aktivitas yang bertentangan dengan norma yang berlaku dimasyarakat. Setiap aktivitas yang dinilai tidak pantas dan meresahkan masyarakat tidak boleh dibiarkan.
“Karawang itu kota santri. Kita memiliki lebih dari 514 pesantren. Peristiwa seperti itu tidak patut dan meresahkan masyarakat,” katanya.
Pemkab Karawang sudah mengumpulkan aejumlah bukti adanya pesta gay di THM. Bukti itu akan menjadi dasar dalam proses penindakan sesuai ketentuan.
Terkait pencabutan izin operasional, Aep tidak bisa dilakukan secara langsung. Pihaknya akan memberikan surat teguran secara bertahap hingga dua kali. Setelah itu pihaknya akan mencabut izin dan menutup jika terjadi lagi.
“Administrasinya kita tempuh mulai dari teguran pertama hingga kedua. Setelah itu jika tidak ada perubahan akan kita cabut,” ujarnya. *
