Foto bersama pengisi acara dan undangan kehormatan.
JAKARTA (LB)—Keluarga besar MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menyelenggarakan Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek tahun 2026 yang mengusung tema “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan” ini dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Ketua MPR Ahmad Muzani, Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie, dan Atase Kebudayaan Kedubes Tiongkok Wang Siping

Selain itu para tokoh dan pimpinan komunitas Tionghoa, antara lain Ketua Umum Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) Teddy Sugianto, Sekjen Candra Jap, Ulung Rusman, Haris Chandra, Nancy Wijaya, Abraham Rudi, dan ribuan umat Khonghucu.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada umat Konghucu dan warga bangsa yang merayakan. Ucapan ini sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam perayaan keagamaan.

“Atas nama Kementerian Agama dan pribadi menyampaikan selamat tahun baru Imlek 2577 Kongzili, gong he xin xi kong hesin si wan she ru yi, kepada umat Konghucu dan warga bangsa yang merayakan. Semoga tahun yang baru ini membawa kedamaian, kesehatan, kebijaksanaan, dan kesejahteraan bagi kita semuanya,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Menag juga mengingatkan pentingnya nilai keadilan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.
“Upaya menghadirkan keadilan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga. Momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, diharapkan menjadi penguat nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Menag.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga menekankan Imlek yang di rayakan adalah cara untuk berintrospeksi dengan mengenang jasa-jasa para leluhur dan mengenang dari mana kita berasal. Imlek adalah energi bagi masa depan kehidupan yang lebih baik.
“Negara ingin menjadikan Imlek sebagai simbol kekuatan nasional kekuatan nasional, persatuan, dan keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) merawat kemajemukan demi keutuhan NKRI,” ujar Ketua MPR RI.
Ketua Umum MATAKIN Xs Budi S. Tanuwibowo berharap seluruh Umat Konghucu tetap lurus di dalam kebenaran dan keadilan.

“Keadilan adalah kunci untuk mengatasi berbagai persoalan di Tanah Air, seperti persatuan dan kemiskinan,” tegas Xs Budi.
Budi Santoso menjelaskan Imlek bagi umat Khonghucu merupakan ibadah kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, karena dalam keimanan Khonghucu menyambut tahun baru merupakan saat yang tepat untuk bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan rahmatNya.

Selain itu juga merupakan momen untuk mengungkapkan tekad memperbaharui diri, menjadi umat manusia yang lebih baik dengan meninggalkan sikap dan perilaku tidak terpuji yang telah terjadi di tahun sebelumnya. “Imlek Nasional sejak awal bukan ajang hura-hura. Ini adalah ruang perenungan, doa, dan penguatan nilai kebajikan bagi bangsa,” sambung Budi.

Pada kesempatan tersebut Budi melontarkan seloroh segar yang segera mencuri perhatian. Dengan gaya komunikasinya yang khas, ia menyentil harapan umat agar negara dapat segera membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Khonghucu di bawah naungan Kementerian Agama, demi optimalisasi pelayanan dan pembinaan umat secara kelembagaan. **
