Madrid Tantang Barca di Final Piala Super

Pemain Real Madrid bersukacita usai Federico Valverde mencetak gol ke gawang Atletico Madrid.

JEDDAH – Real Madrid menang 2-1 atas Atletico Madrid dalam Derby Madrid di semifinal Piala Super Spanyol.  Kemenangan ini membawa El Real ke  partai puncak menantang Barcelona.

Dalam laga di King Abdull Sports City, Jeddah, Kamis (9/1) dini hari WIB itu, Madrid unggul cepat di menit ke-2 lewat tendangan bebas Federico Valverde.

Selepas jeda, Madrid menggandakan keunggulan lewat Rodrygo di menit ke-55. Atletico bikin gol tiga menit berselang lewat Alexander Sorloth untuk menipiskan ketinggalan di menit ke-58.

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso mengaku puas dengan kemenangan ini  walau harus melakukannya dengan susah payah. “Itu adalah pertandingan yang sangat sengit. Itu adalah pertandingan yang intens dan sengit. Saat skor 1-2 kami harus melakukan perubahan, tetapi ada momen ketika kami mulai tenang, dan pada akhirnya, kami bertahan. Inilah cara untuk berjuang memperebutkan trofi pada hari Minggu (Senin diri hari) dan kami berada di final. Saya sangat puas,” kata Alonso seperti dilansir dari laman resmi klub.

Ia memuji Falverde seusai membantu timnya melaju ke final.  “Gol awal Fede memberi kami keuntungan dan sedikit mengubah segalanya karena sekarang Anda memiliki sesuatu untuk dipertahankan.  Valverde tampil sangat luar biasa. Bukan hanya karena mencetak gol dan assist, tetapi juga karena kontribusi dan energi yang dia berikan di sisi lapangan, baik saat bertahan maupun menyerang,” tutur Alonso.

Pada laga tersebut, Valverde yang berposisi asli gelandang diturunkan sebagai bek untuk menggantikan Trent Alexandre-Arnold yang baru pulih dari cedera. Ternyata, pesepak bola asal Uruguay itu ternyata tampil sangat baik.

Pertandingan sempat memanas di menit ke-80 ketika Vinicius ditarik keluar. Winger Real Madrid itu diejek Diego Simeone dengan gestur provokatif. Aksi Simeone membuat marah skuad Real Madrid di bench.

Vinicius sampai harus ditenangkan staf Real Madrid agar tak terpancing provokasi Simeone. Dia mendapat kartu kuning dari wasit akibat sikap emosionalnya di pinggir lapangan.

Alonso melontarkan kekesalan atas ulah Simeone terhadap Vinicius. Dia menilai provokasi itu bukan sikap sportif, terutama bagi pelatih. “Saya berusaha menghormati tim lawan dan biasanya saya tidak berbicara dengan mereka. Ketika saya melihat apa yang dia katakan, saya semakin tidak menyukainya. Itu bukan contoh sportivitas yang baik. Tidak semua hal bisa diterima; Anda harus menghormati lawan Anda. Semua yang terjadi di lapangan memiliki batasnya,” kata Alonso, dilansir dari Marca.

Alonso juga sudah berbicara dua mata dengan Vinicius terkait masalah tersebut. Namun, dia enggan membeberkan isi pembicaraannya dengan sang pemain.

Pada final nanti, Alonso menyebut bahwa timnya kemungkinan akan diperkuat penyerang andalan Real Madrid, Kylian Mbappe. Mbappe sudah absen sejak awal Desember 2025 karena mengalami cedera lutut.

“Pertandingan final itu akan berbeda. Mbappe akan datang dan dia dalam kondisi yang lebih bugar. Dia sudah berlatih dan merasakan sehat. Peluangnya bermain sama dengan semua pemain yang ada di skuad,” tutur pria berusia 44 tahun tersebut.

Valverde meminta Real Madrid untuk fokus menatap laga menghadapi Barcelona pada partai final di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin (12/1) dini hari WIB. “Kami harus mempersiapkan diri, istirahat yang cukup dan secara mental siap untuk menang. Kita harus lebih bersatu di saat-saat kita harus berjuang keras. Itu bagian dari sepak bola dan kita harus tahu bagaimana bertahan, menyerang dan tetap Bersatu,” ungkap Valverde.

Mengenai gol yang ia cetak pada pertandingan, pemain berkebangsaan Uruguay tersebut mengatakan dirinya sangat senang setelah sekian pertandingan tak bisa mencatatkan diri di papan skor.

“Gol pertama tahun ini. Setelah melewati begitu banyak pertandingan tanpa mencetak gol, hari ini adalah pertandingan yang bagus bagi kami untuk mencetak gol lagi dan bagi tim untuk menang,” jelas Valverde.

Sementara Diego Simeone mengambil sisi positif meski gagal ke final.  “Tim telah bermain bagus, cara bermain yang kami inginkan, mereka mencetak gol luar biasa dan melakukan serangan balik sangat bagus yang mereka selesaikan dengan sangat bagus. Kami telah memainkan pertandingan sesuai yang kami bayangkan: menjaga penguasaan bola, bermain melebar, para pemain di sayap, hadir di dalam kotak penalti. Kami tidak cukup klinis dan kami ucapkan selamat para lawan kami karena mereka layak,” kata Simeone di situs klub.

Simeone juga ditanya tentang bentrokan dengan Vinicius, di mana ia berusaha untuk meredakan situasi, tetapi malah memperburuknya. “Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Saya selalu mengatakan, sejak saya mulai bermain, bahwa apa yang terjadi di lapangan tetap di lapangan, dan hanya itu yang ingin saya katakana,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *