Spanyol Pantas Menjadi Juara Piala Dunia 2026

Skuad Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

NEW YORK – Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 1-0 atas Argentina. Laga  itu berlangsung di Stadion New York, Amerika Serikat,  Senin (20/7) dinihari WIB.

Pemain pengganti, Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan La Roja lewat gol di babak perpanjangan waktu (extra time), tepatnya  pada menit ke-106.

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente menyebut hasil ini sangat luar biasa. “Dan ini sungguh luar biasa dengan generasi pesepak bola yang bisa dikatakan berulang kali bahwa mereka adalah contoh bagi olahraga Spanyol, bagi pemuda Spanyol, dan bagi Spanyol. Bersama-sama kita lebih kuat, jangan ada yang meragukan hal itu,” kata Luis de la Fuente.

Pelatih berusia 65 tahun tersebut menilai Spanyol sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk mengunci kemenangan sejak waktu normal. Namun, penampilan luar biasa Emiliano Martinez membuat timnya gagal mencetak gol lebih cepat.

“Ya, saya rasa pertandingan ini seharusnya bisa kami menangkan jauh lebih cepat. Penyelamatan-penyelamatan gemilang dari Dibu (Emiliano Martinez) menggagalkan kami untuk menang lebih awal, untuk membuat kami unggul di papan skor dengan lebih meyakinkan,” ujarnya.

Meski demikian, De la Fuente mengakui laga final Piala Dunia memang selalu menghadirkan tekanan yang berbeda. Menurutnya, setiap tim harus siap menghadapi situasi sulit hingga peluit panjang dibunyikan. “Tapi, ini adalah final Piala Dunia, dan bahkan dengan 10 pemain di akhir laga pun, Anda harus siap menderita. Namun, karena kami ‘suka’ menderita, di sinilah kami membuktikan sekali lagi bahwa kami siap menghadapi apa pun,” tutur De la Fuente.

 Kemenangan atas Argentina memastikan Spanyol kembali menjadi penguasa sepak bola dunia. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi La Furia Roja setelah sebelumnya menjadi juara pada Piala Dunia 2010, sekaligus mengakhiri penantian selama 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di level tim nasional.

Ferran Torres sendiri mempersembahkan gol penentu untuk 47 juta rakyat Spanyol. “Pada akhirnya, gol itu menjadi milik 47 juta orang, bukan hanya milik saya atau pun 26 pemain,” kata Ferran sebagaimana dilansir dari laman FIFA.

Ferran masuk sebagai pemain pengganti sebelum memecah kebuntuan pada paruh kedua babak tambahan melalui tembakan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau Martinez.

Ferran mengatakan keberhasilan tersebut terasa makin istimewa karena Spanyol harus merayakannya jauh dari para pendukung mereka di tanah air. “Sudah tertulis bahwa kami akan menang jauh dari masyarakat kami, tetapi kami membuat mereka terasa sedekat mungkin,” ujar pemain berusia 26 tahun tersebut.

Dia mengakui menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi menghadirkan ketegangan tersendiri. Tapi, Spanyol tetap percaya terhadap permainan mereka hingga mampu menemukan gol kemenangan.

“Semua final sulit, tetapi ketika menghadapi Messi, rasa gugup itu selalu muncul. Namun, kami bergantung kepada diri sendiri dan kembali membuktikannya,” kata Ferran.

Keberhasilan itu, baginya, menjadi penentu kemenangan menghadirkan kelegaan besar setelah mampu melewati tekanan sepanjang turnamen. “Saya banyak dikritik sepanjang Piala Dunia, tetapi Tuhan selalu memberikan saya kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan,” ujar Ferran.

Spanyol melengkapi gelar juara Piala Dunia 2026 dengan penghargaan individu. Tiga pemain Spanyol mendapat trofi, termasuk Rodri yang meraih Golden Ball atau gelar Pemain Terbaik.

Kiper Unai Simon memenangi Golden Glove atau Sarung Tangan Emas. Ia mencatatkan tujuh clean sheet dalam delapan pertandingan di Piala Dunia 2026 dan kebobolan sekali saat melawan Belgia pada babak perempat final. Lalu, Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.

Sementara pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengakui Timnas Spanyol tampil lebih baik dibanding tim asuhannya. “Mereka (Spanyol) lebih baik, itu adalah kenyataannya,” ujar Scaloni, dikutip dari laman resmi FIFA.

Scaloni mengaku merasa sedih menyusul kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara Piala Dunia, tapi mereka sudah melakukan segalanya. Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut melanjutkan banyak hal yang ingin disampaikan mengenai perjalanan mereka hingga mencapai titik itu, meski saat ini bukan waktu yang tepat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka karena telah membawa kami kembali ke final Piala Dunia dan berjuang hingga akhir,” jelas Scaloni.

Meski kecewa, Scaloni menilai perjalanan Argentina kembali ke partai final tentu merupakan kenangan indah dan hal tersebut perlu mereka hargai. “Kami bersikap hebat saat meraih kemenangan, dan kami juga harus bersikap hebat saat menelan kekalahan. Di laga ini kami menunjukkan bahwa kami tahu caranya menerima kekalahan,”  tandas Scaloni.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *