Jhon Arias, Pemain Kolombia.
VANCOUVER – Pemain Kolombia Jhon Arias meminta maaf kepada para suporter setelah langkah timnya terhenti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dikalahkan Swiss dalam adu penalti, Rabu (8/7) pagi WIB. Ia mengakui kegagalan tersebut menjadi pukulan berat karena besarnya dukungan dan harapan masyarakat Kolombia kepada tim.
“Tentu saja kami meminta maaf, karena saya pikir emosi yang muncul sangat besar. Negara ini menunjukkan bahwa mereka percaya kepada kami, mereka merasakan perjuangan bersama kami, dan menurut saya hal itu membuat rasa sakit ini semakin besar,” kata Arias.
Pemain bernomor punggung 11 itu menilai Kolombia harus mampu bangkit dari kegagalan tersebut. Menurutnya, salah satu karakter utama masyarakat Kolombia adalah kemampuan untuk melewati situasi sulit.
“Jika ada satu hal yang menjadi karakter orang Kolombia, itu adalah kemampuan kami untuk bangkit dari kesulitan. Saya berharap ini menjadi awal baru yang membawa kami mencapai tujuan terbesar di masa depan,” ujar Arias.
Meski tersingkir, Arias menilai Kolombia telah menunjukkan performa positif sepanjang turnamen. Ia menyebut timnya memiliki modal yang cukup baik, tetapi masih membutuhkan sejumlah perbaikan agar mampu mencapai target lebih tinggi.
“Dengan kepala yang lebih dingin, saya rasa kami menjalani Piala Dunia yang baik. Namun sayangnya itu belum cukup. Mudah-mudahan dalam empat tahun ke depan kami bisa melakukan penyesuaian yang diperlukan agar kami bisa melangkah sampai final,” tuturnya.
Dalam laga melawan Swiss, Kolombia tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang. Namun, Arias mengakui tekanan pertandingan membuat situasi menjadi lebih sulit bagi para pemain.
“Kami memainkan pertandingan yang hebat. Itu laga yang seimbang. Swiss juga merupakan tim yang bagus dan pantas berada di posisi mereka sekarang,” kata Arias.***
