Jakarta Film Commission Diharapkan Dorong Kemajuan Industri Film

Kegiatan Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 resmi dibuka di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/6), sebagai wadah bagi sineas muda melalui rangkaian workshop dan festival film pendek.

JAKARTA (LB)- Penyelenggara kegiatan Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 berharap pembentukan Jakarta Film Commission dapat menjadi tonggak penting dalam mendorong kemajuan industri film di Indonesia.

“Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perfilman di Jakarta dan Indonesia,” kata Ketua Panitia Pelaksana JMFF 2026, Budi Mulyawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/6).
Dia pun berharap kehadiran lembaga tersebut dapat memberikan dukungan nyata bagi para sineas, membuka akses yang lebih luas terhadap produksi dan distribusi film, serta mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Lebih lanjut, dia menegaskan pembentukan Jakarta Film Commission juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema atau cinema city.

“Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri kreatif, khususnya perfilman,” ujar Budi.

Menurut dia, dengan dukungan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang memadai, serta kolaborasi lintas sektor, Jakarta dapat berkembang menjadi kota sinema, yang juga menjadi tempat lahirnya karya-karya unggulan, pusat produksi film, sekaligus destinasi perfilman yang menarik bagi sineas nasional maupun internasional.

Upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema itu, kata dia, meliputi penguatan ekosistem perfilman secara menyeluruh, mulai dari kemudahan perizinan produksi, penyediaan lokasi syuting yang ramah industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses distribusi dan promosi karya film Indonesia ke pasar global.

Budi mengatakan masyarakat perfilman Indonesia menaruh harapan besar agar Jakarta Film Commission mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri film dunia.

Sementara itu, JMFF 2026 telah dibuka di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (10/6) sebagai wadah bagi sineas muda melalui rangkaian workshop dan festival film pendek.

Kegiatan yang diikuti peserta dari seluruh Jawa dan Bali itu menghadirkan ruang ekspresi, edukasi, dan kolaborasi bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi di industri perfilman.

Selain kompetisi film pendek, festival tersebut juga menghadirkan berbagai workshop bersama praktisi industri kreatif. JMFF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai katalis bagi lahirnya sineas-sineas muda berbakat yang akan membawa nama Indonesia ke kancah dunia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *