JAKARTA(LB)— Polda Metro Jaya resmi mencanangkan gerakan “Jaga Jakarta Bersih dan Asri” sebagai upaya menumbuhkan budaya peduli lingkungan di lingkungan internal kepolisian.
Pencanangan ditandai dengan apel di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu (23/5), yang dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Metro Jaya terkait implementasi pilah sampah di seluruh jajaran. Program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah perkotaan dan bertujuan membangun kesadaran memilah sampah sejak dari lingkungan kerja.
“Pagi ini jajaran Polda Metro Jaya melaksanakan apel pencanangan pilah sampah sebagai tindak lanjut perintah Bapak Kapolda,” ujar Brigjen Dekananto usai apel.
Ia menjelaskan, gerakan dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal membentuk kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Hari ini Bapak Kapolda beserta seluruh jajaran, termasuk Polres dan Polsek, melakukan pencanangan pilah sampah sebagai bagian dari budaya bersih dan asri di lingkungan Polda Metro Jaya,” katanya.
Sebanyak 6.379 personel terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 1.000 personel dari 29 satuan kerja Polda Metro Jaya, 2.440 personel dari 13 Polres jajaran, dan 2.939 personel dari 102 Polsek jajaran.
Usai apel, seluruh personel langsung melakukan aksi bersih-bersih dan penataan lingkungan di wilayah masing-masing.
Polda Metro Jaya juga melibatkan perwakilan organisasi masyarakat dari Jakarta dan sekitarnya sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat.
“Polda Metro Jaya bersama masyarakat mari kita bahu-membahu dan bersinergi dalam persoalan sampah ini,” ajak Brigjen Dekananto.
Sebagai dukungan, Polda Metro Jaya telah menyediakan 821 unit tempat sampah terpilah yang tersebar di Mako Polda, Polres, dan Polsek. Rinciannya, 465 unit di lingkungan Polda Metro Jaya, 123 unit di Polres jajaran, dan 233 unit di Polsek jajaran.
Tempat sampah tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yakni organik, nonorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Fasilitas ini diharapkan mendorong personel membiasakan diri memilah sampah secara konsisten dan berkelanjutan.
Brigjen Dekananto menegaskan, persoalan sampah yang tampak sederhana dapat menjadi masalah besar apabila tidak dikelola dengan baik.
“Persoalan sampah ini terlihat sederhana, tetapi kalau tidak kita kelola dengan baik, benar, konsisten, dan berkelanjutan, maka ini akan menjadi masalah besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan “Jaga Jakarta Bersih dan Asri” merupakan wujud komitmen Polda Metro Jaya untuk hadir secara humanis di tengah masyarakat.
“Polri ingin terus hadir dengan wajah yang humanis, tidak hanya dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Semangat Jaga Jakarta harus dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan,” pungkasnya.tom
