Chelsea Berjaya di Kandang Palace

Pemain Chelsea saat mengalahkan Crystal Palace.

LONDON – Chelsea meraih poin penuh dengan mengalahkan tuan rumah  Crystal Palace 3-1  yang digelar di Selhurst Park, Minggu (25/1) malam WIB.

The Blues unggul 1-0 di babak pertama berkat gol Estevao. Pada babak kedua, Chelsea menambah gol lewat Joao Pedro dan penalti Enzo Fernandez. Di sisi lain, Palace semakin terbenam setelah Adam Wharton mendapat kartu merah. Namun Palace bisa memperkecil ketertinggalan lewat Chris Richards.

Ini jadi kemenangan ketiga secara beruntun untuk Chelsea di semua kompetisi. Dapat tambahan tiga angka, The Blues untuk sementara naik ke peringkat empat klasemen Liga Inggris dengan 37 poin. Sementara Palace ada di posisi ke-15 dengan 28 poin

Hasil ini menjadi kemenangan liga kedua secara beruntun di bawah arahan Liam Rosenior. Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain. “Ini adalah performa tim yang luar biasa saat bermain tandang. Yang membuat saya sangat senang dari gol Estevao adalah semua 11 pemain berada di belakang bola. Itu yang memberinya ruang. Dua gol di babak kedua juga merupakan gol-gol tim yang hebat,” kata Rosenior.

Liam Rosenior menekankan bahwa permainan kolektif Chelsea, baik dengan maupun tanpa bola, menjadi kunci kemenangan. Ia menilai intensitas, kerja keras, serta progresi permainan antarlini berjalan sangat baik, khususnya di babak kedua.

“Permainan kami, terutama di babak kedua, sangat bagus dalam menembus lini. Itu akan terus meningkat dengan repetisi. Saya suka perubahan tempo, tapi yang paling penting intensitas dan kerja keras, dan itu yang saya lihat hari ini,” ujarnya.

Ia juga memuji kontribusi seluruh lini, mulai dari tekanan awal para penyerang hingga solidnya lini belakang dalam meredam ancaman Jean-Philippe Mateta. “Dari pressing Joao Pedro, kontribusi Pedro Neto dan Estevao, dua gelandang, peran taktis Andrey Santos, sampai para bek yang harus bertahan sangat baik melawan Mateta, saya benar-benar senang dengan seluruh tim,” tuturnya.

Hanya Rosenior agak kesal timnya gagal mencatatkan cleansheet.  “Bagi saya, aplikasi para pemain, kemauan untuk berlari, dan intensitas untuk menekan sangat luar biasa. Ini tempat yang sulit untuk disambangi. Hanya frustrasi di akhir pertandingan, unggul 3-0 dengan 10 pemain, kami maunya tiga cleansheet berturut-turut. Dalam hal sikap, penerapan tim, itu sudah kelas satu,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *