Hanna Lilies (kedua dari kiri) bersama perwakilan BAGI Putri Malahayati, dan Dokter Umum AGP Arthakes Dr. Yoko Caterine.
JAKARTA (LB)— Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, AGP (Artha Graha Peduli) melakukan kegiatan Saber (Sapu Bersih bersih Sampah) pada puncak perayaan Harmoni Imlek Nusantara Festival 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa kemeriahan festival tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan semangat gotong royong, tim AGP memastikan setiap titik area kegiatan bebas dari sampah, menciptakan standar baru bagi pelaksanaan festival budaya yang ramah lingkungan di Indonesia.

Perwakilan manajemen Artha Graha Peduli Hanna Lilies, menyatakan bahwa keterlibatan AGP merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang konsisten dilakukan dalam setiap acara besar. Tim Saber tidak hanya beroperasi di area inti festival, tetapi juga menjangkau ring luar tempat para pelaku UMKM berjualan.
“Kami konsen sekali dengan sampah. Hari ini kita turunkan sekitar 600 orang. Kewajiban bagi seluruh anggota AGP dan karyawan, jika melihat sampah di depannya, wajib diambil walaupun bukan mereka yang membuangnya,” ujar Hanna, ditemui di lokasi acara.

Selain kebersihan, sambung Hanna, pihaknya juga mengambil peran dalam aspek pengamanan dan keselamatan pengunjung. Ia menekankan adanya prosedur ketat, terutama di titik-titik penyeberangan jalan di sekitar Lapangan Banteng untuk mengantisipasi aksi kriminalitas seperti penjambretan.
“Kita memberikan imbauan tegas, tidak boleh ada yang memegang atau menelepon saat menyeberang. Ini langkah antisipasi penjambretan. Aturan ini wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota security dan karyawan AGP, sementara untuk masyarakat umum kami lakukan imbauan persuasif,” ujarnya.

Kemudian untuk mengantisipasi kondisi darurat medis, kata Hanna, AGP menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari dua unit ambulans yang ditempatkan di titik strategis, yakni di area Hotel Borobudur dan depan Gereja Katedral. Tim medis tersebut beroperasi secara standby maupun mobile di tengah kerumunan massa untuk memberikan pertolongan pertama jika dibutuhkan.
Di sisi ekonomi, BAGI (Bank Artha Graha Internasional) mengambil peran vital dalam meningkatkan level pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam parade. Pembayaran melalui QRIS, BAGI mendorong transformasi digital dalam setiap transaksi.
Guna memacu antusiasme pengunjung dan pendapatan pedagang, BAGI menghadirkan program cashback khusus, yang diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan sekaligus mempercepat literasi keuangan digital bagi pelaku usaha kecil.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata sinergi sektor swasta dalam mendukung agenda nasional. Kami ingin perayaan budaya ini tidak hanya indah secara visual, tapi juga bersih secara lingkungan dan kuat secara ekonomi bagi para pelaku UMKM,” ujar Hanna Liles.
Melalui integrasi antara pelestarian budaya, kepedulian lingkungan oleh AGP, dan penguatan ekonomi digital oleh Bank Artha Graha Internasional, Parade Imlek Nusantara 2026 diharapkan dapat menjadi tolok ukur kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa. **
