Pemprov Jabar Perkuat Industri Kecil via Program Inkubasi IKM 2026

Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani.

BANDUNG (LB)- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menggeser arah pembinaan industri kecil Menengah (IKM) dari sekadar promosi menuju penguatan fundamental bisnis.

Melalui Program Inkubasi IKM 2026, sebanyak 200 pelaku usaha akan dipersiapkan agar mampu masuk rantai pasok industri, memenuhi standar nasional, hingga siap ekspor.

Program ini digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar dan berkolaborasi dengan Science Techno Park Universitas Indonesia.

Kolaborasi tersebut dirancang untuk memastikan proses inkubasi berjalan terstruktur, berbasis riset, sekaligus terhubung dengan kebutuhan industri.

Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani menilai, tantangan utama IKM saat ini bukan hanya soal pemasaran, melainkan ketahanan model bisnis, standar kualitas, serta kesiapan memasuki ekosistem industri yang lebih besar.

“Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor,” ujar Nining dikutip Minggu (1/3).

Selama ini, banyak IKM dinilai kuat di kreativitas produk, tetapi lemah dalam standardisasi, legalitas, dan manajemen keuangan. Padahal, tanpa tiga aspek tersebut, produk sulit menembus pasar ritel besar, apalagi menjadi bagian dari rantai pasok industri manufaktur.

Sebab itu, inkubasi selama tiga bulan difokuskan pada diagnosis kesehatan bisnis, penguatan manajemen usaha, strategi marketing dan branding, penyusunan pitching deck, hingga digitalisasi keuangan.

Tak hanya pembinaan teknis, peserta juga difasilitasi sertifikasi Halal, HAKI Merek, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai kebutuhan. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing terhadap produk impor.

“Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal yang mampu menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” ucapnya.

Berbeda dari program pelatihan konvensional, Inkubasi IKM 2026 juga membuka peluang akses investor. Artinya, peserta tidak hanya didorong memperbaiki tata kelola usaha, tetapi juga disiapkan untuk memperluas skala bisnis.

Pendekatan berbasis kolaborasi dengan akademisi diharapkan mampu menjembatani kesenjangan kapasitas dan standar kualitas yang selama ini menjadi hambatan IKM Jawa Barat bersaing di pasar nasional maupun global. Pendaftaran Program Inkubasi IKM 2026 dibuka secara daring mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026. Dari proses seleksi tersebut, 200 IKM terbaik akan dipilih untuk mengikuti program intensif yang diharapkan menjadi motor penggerak transformasi industri kecil di Jawa Barat. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *