Laga Arsenal kontra Sporting CP.
LONDON – Arsenal dan Sporting CP hanya bermain imbang 0-0 pada leg kedua perempatfinal Liga Champions di Emirates Stadium, Kamis (16/4) dini hari WIB. Hasil ini cukup mengantarkan Arsenal ke semifinal dengan keunggulan agregat 1-0.
Ini menjadi semifinal kedua untuk Arsenal dalam dua musim Liga Champions secara beruntun. The Gunners pada musim lalu juga masuk ke empat besar, namun gagal ke final setelah kalah melawan Paris Saint-Germain.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta mengaku senang dengan momen yang istimewa ini. “Ini momen yang sangat hebat. Ini pertama kalinya dalam sejarah kami, dalam 140 tahun, kami berada di semifinal berturut-turut, jadi menjadi bagian dari empat tim tersebut adalah sesuatu yang sangat istimewa,” kata Arteta kepada TNT Sports.
Hanya saja Arteta, kecewa dengan kegagalan timnya bikin gol di kandang. Arsenal membuang peluang emas dari peluang Leandro Trossard. Namun, ia tetap bersyukur Meriam London bisa tetap lolos ke semifinal.
“Ya, ini sesuai keinginan saya, tetapi saya lebih suka mencetak gol, terutama saat transisi ketika David mengoper bola ke Leo, untuk menyelesaikan aksi itu dan pertandingan harusnya bisa berakhir,” ujar Arteta.
Arteta juga tak ambil pusing dengan kritikan banyak kalangan yang menyebut Arsenal tak maksimal. Baginya yang penting timnya lolos ke semifinal. “Saat ini, yang terpenting adalah bagaimana Anda berkompetisi dan terus lolos. Saya melihat, kami punya beberapa peluang untuk bikin gol tapi kami tidak menyelesaikannya. Yang pasti, kami bisa lebih baik dari lawan,” tambahnya.
Arsenal selanjutnya bertemu Atletico Madrid yang sukses mendepak Barcelona. Arteta mengaku melihat pertandingan itu. “Saya menonton mereka. Stadion itu istimewa. Itulah momen-momen yang ingin kami alami bersama sebagai sebuah tim saat ini, jadi nikmati malam ini,” tutur Arteta.
Terkait kritikan karena Arsenal tak bisa mencetak gol, Declan Rice mengaku tak mau memikirkan hal tersebut. Arsenal memang bermain tak memuaskan di leg kedua. Banyak umpan yang keliru dan kesulitan membangun serangan dan Rice bahkan tampak terlihat mimik kecewa saat turun minum. “Mengecewakan? Tidak, kami baru saja mencapai semifinal, tidak ada rasa frustrasi. Tetap positif,” kata Rice kepada TNT Sports.
Arsenal selepas jeda internasional memang tampil buruk. Tersingkir di Piala FA dan baru-baru ini kalah melawan Bournemouth pada ajang Liga Inggris. “Siapa peduli apa yang dipikirkan orang lain? Yang penting adalah apa yang dipikirkan tim ini, apa yang dipikirkan manajer, dan kami berada di semifinal lagi. Saya sangat gembira,” tegasnya.
Arsenal memang kesulitan membongkar pertahanan Sporting Lisbon. The Gunners melepaskan 15 kali tembakan. Tapi, Leoes bertahan dengan rapat hingga Arsenal cuma bisa mencatatkan satu shot on target.
Selanjutnya, Arsenal akan melawan Man City di Liga Inggris akhir pekan ini. The Citizens jelas bukan lawan yang mudah, Arsenal harus bermain lebih tajam di Etihad Stadium.
Sementara pelatih Sporting CP, Rui Borges mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya gagal comeback di markas Arsenal. Menurutnya, performa anak asuhnya sangat bagus dan membuatnya bangga.
“Saya pikir ‘bangga’ adalah kata yang tepat untuk semua pemain, atas apa yang telah mereka lakukan selama dua pertandingan ini. Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih, mungkin perpanjangan waktu. Di kedua pertandingan, Sporting memiliki peluang yang lebih baik. Karakter dan kepribadian dari tim, untuk berjuang melawan salah satu tim terbaik di Eropa, sungguh luar biasa,” ujarnya di situs UEFA.***
