Selebrasi Harry Kane usai mencetak gol ke gawang Real Madrid.
MUNICH – Bayern Munich memenangi duel sengit melawan Real Madrid pada leg kedua perempatfinal Liga Champions dengan skor 4-3. Bayern lolos ke semifinal dengan agregat 6-4 dan akan melawan Paris Saint-Germain.
Dalam laga yang digelar di Allianz Arena, Munich, Kamis (16/4) dini hari WIB itu, lima gol tercipta pada babak pertama. Gol Madrid dicetak Arda Guller (1′, 29′) dan Kylian Mbappe (42′). Dua gol Bayern dihasilkan Aleksandar Pavlovic (6′) dan Harry Kane (38′).
Madrid lantas harus bermain denga 10 orang mulai menit ke-86 menyusul kartu merah untuk Eduardo Camavinga. Bayern lantas memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak dua gol tambahan. Dua gol disarangkan Luis Diaz (89′) dan Michael Olise (90+4′).
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany memberikan pujian bagi performa para pemainnya. “Ada banyak emosi dalam pertandingan ini. Kami banyak menguasai bola dan merasa bisa mencetak gol lagi. Tapi mereka sangat cepat dan berbahaya, Anda tidak pernah bisa sepenuhnya santai menghadapi Real Madrid. Saya pikir para pemain sangat kuat secara mental. Saya bangga kami berhasil bangkit dua kali. Para penggemar membantu kami, dan Anda selalu merasa tim akan bangkit Kembali,” ujar Kompany seperti dilansir dari laman resmi klub
Ia menyebutkan para pemain bermain dengan berani. “Yang penting bagi saya adalah para pemain bermain tanpa rasa takut. Anda tidak hanya bisa mengatakan itu, Anda juga harus menunjukkannya. Dan mereka melakukannya. Seringkali detail-detail kecil yang menentukan apakah kami menang atau kalah. Yang penting bagi saya adalah kami tidak berdiri di sana setelah pertandingan dan bertanya pada diri sendiri: Apa maksudnya? Tetapi sebaliknya, kita telah memberikan segalanya di lapangan,” kata Kompany.
Kompany juga menyoroti kekompakan tim sebagai kunci utama keberhasilan Bayern. “Yang paling saya ingat adalah kebersamaan total yang kami tunjukkan. Itulah yang kami bawa ke pertandingan ini. Kami menunjukkan keyakinan penuh dan tekad untuk kembali ke dalam permainan,” tuturnya.
Kompany menambahkan, pengalaman dan kualitas pemain sangat berperan saat menghadapi tekanan sejak awal laga. “Tim kami punya banyak talenta dan pengalaman untuk menghadapi situasi seperti ini. Setelah kebobolan hanya dalam 35 detik, Anda harus segera menekan tombol reset. Kami tetap fokus pada permainan kami,” ujarnya.
Penyerang Die Roten, Harry Kane mengakui timnya harus bekerja keras untuk meraih kemenangan. “Ini pertandingan yang sangat sulit. Kami tahu akan sulit menghadapi tim seperti Real Madrid di Liga Champions. Mereka jelas memiliki koneksi khusus dan Anda selalu harus bermain di level tertinggi untuk mengalahkan mereka dan menyingkirkan mereka dari kompetisi,” ujar Kane seperti dilansir dari laman resmi klub.
Menurutnya di babak pertama, Bayern sedikit goyah, namun di babak kedua mulai main dengan sabar. “Babak pertama agak kacau, kami jelas memulai dengan sangat buruk, tetapi kami berjuang kembali ke permainan dengan baik. Di babak kedua, kami memutuskan untuk sedikit lebih sabar. Kami tahu seiring berjalannya pertandingan, kami akan menjadi sedikit lebih kuat dan mampu memanfaatkan peluang kami menjelang akhir pertandingan,” kata penyerang asal Inggris itu.
Sementara pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa kecewa melihat timnya tersingkir secara dramatis. Sebab, El Real sempat punya peluang untuk lolos. “Saya merasa kasihan dengan pemain, melihat usaha mereka. Ini menyakitkan karena Real Madrid tidak akan memenangi titel ke-16 mereka musim ini. Saya sangat bangga. Kami kembali ke Madrid setelah berjuang maksimal,” ujar Arbeloa seperti dilansir situs resmi UEFA.
Arbeloa mengkritik wasit soal kartu merah untuk Camavinga. Ia menilai wasit tidak sadar saat mengambil keputusan itu. Insiden ini berawal dari pelanggaran Camavinga terhadap Kane. Gelandang asal Prancis itu kemudian terlihat masih mencoba menahan bola dan wasit Slavko Vincic lantas mengacungkan kartu kuning, yang merupakan kartu kuning kedua untuk Camavinga di laga ini.
“Saya kira dia mendapat kartu justru karena itu, karena pemain-pemain Bayern harus mengingatkannya kalau itu adalah kartu (kuning) kedua. Tapi itu bukan kartu kuning. Saya tidak tahu, atau dia belum pernah main sepakbola atau saya tidak tahu. Saya kira ini semakin parah karena dia tidak tahu dia (Camavinga) sudah dapat kartu kuning, karena ini kesalahan ganda. Dia menghancurkan pertandingan yang indah,” kata Arbeloa.
Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, tidak dapat menutupi amarahnya usai tersingkir. Kekesalannya diutarakan dengan sangat tajam saat melewati mixed zone pasca-pertandingan. “Ini lelucon. Tidak mungkin itu kartu kuning. Dua pelanggaran dan dua kartu kuning,” kecam pemain asal Inggris tersebut.***
