Warga di Zona Merah Radiasi Cs-137 Mulai Dievakuasi ke Penampungan

Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq menyebut dekontaminasi radiasi Cesium-137 di Cikande, Banten ditarget selesai selama 1 bulan.

SERANG (LB)- Sejumlah warga yang berada di zona merah radiasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, dievakuasi sementara ke penampungan.

Evakuasi dilakukan selama Satgas Penanganan Bahaya Radiasi Cs-137 melakukan dekontaminasi di 32 titik pencemaran. “Dalam waktu dekat yang nanti dinyatakan harus keluar sementara dari titik zona merah yang akan dievakuasi,” kata Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki di kantor Kecamatan Cikande, Serang, Senin (13/10).

Hengki mengatakan, hasil koordinasi dengan Pemkab Serang dan Pemprov Banten menetapkan tiga titik penampungan yang disiapkan pemerintah, yakni di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Serang, Gedung PGRI, dan Wisma Bhayangkara.

 “Kita siap mengevakuasi tapi pendataan harus valid betul, siapa-siapa yang harus meninggalkan rumah sementara,” ujar dia.

Ia menekankan, pemerintah juga perlu memperhatikan pekerjaan dan pendidikan warga yang dievakuasi, termasuk sarana transportasi. “Kalau dievakuasi berapa jumlahnya, anak sekolah, transportasi anak ke sekolahnya gimana? Tidak boleh terhenti, Dinas Pendidikan harus hadir,” kata dia.

Hengki menambahkan, proses dekontaminasi yang dilakukan Satgas diharapkan selesai sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Harus kita tuntaskan, paling lambat sebelum bulan Ramadan agar masyarakat fokus beribadahnya,” tandas Hengki.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, penanganan radiasi Cs-137 terus dilakukan. Satgas kini telah memetakan wilayah bahaya paparan. “Kita sudah bisa memetakan wilayah-wilayah kemudian masuk zona merah, kemudian masuk zona kuning,” kata Andra.

Menurut Andra, Satgas juga tengah mendata warga yang akan dievakuasi sementara ke tempat penampungan yang disiapkan Pemkab Serang, Polda Banten, dan Pemprov Banten.

“Akan pilih mana yang paling efektif supaya masyarakat yang direlokasi sementara itu bisa menjalankan aktivitasnya termasuk sekolah dan lain-lain,” ujar Andra. “Ada beberapa rencana (lokasi evakuasi) sedang dipetakan, jumlah KK dan sebagainya, kita lakukan relokasi sementara sampai dekontaminasinya selesai,” sambung Andra. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *