Seluruh hadiri berfoto bersama.
JAKARTA (LB)—Keluarga besar Wanita Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia) pada Sabtu (10/1/2026) menyelenggarakan pelantikan pengurus sekaligus Seminar dan Vaksin Kanker Serviks bertajuk “Selamatkan Perempuan Indonesia, Selamatkan Bangsa”, di Pusdiklat Maitreyawira, Jakarta Barat.
Kegiatan yang disiarkan langsung melalui YouTube Permabudhi tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan kata sambutan yang disampaikan oleh Ketua Umum Wanita Permabudhi Ritha Helena, Bendahara Umum Permabudhi Effendy, Ketua Umum Permabudhi Prof. DR. Philip K. Widjaja, dan keynote speech dari Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) DR. Amurwani Dwi Lestariningsih.

Dalam kata sambutannya, Ketum Wanita Permabudhi Ritha Helena, mengatakan seminar diadakan dengan tujuan mengedukasi tentang bahaya kanker serviks, pentingnya deteksi dini (seperti Pap smear), dan vaksinasi HPV, mengingat tingginya angka kasus di Indonesia.
Ritha menegaskan bahwa kanker serviks dapat dicegah melalui edukasi, deteksi dini, dan vaksinasi. “Upaya ini menjadi bentuk kepedulian nyata untuk melindungi kesehatan perempuan Indonesia sebagai fondasi keluarga dan bangsa,” ujarnya.


Ketua Umum Permabudhi Philip K. Widjaja, menambahkan bahwa perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas. Dia katakana melindungi perempuan hari ini berarti menyiapkan masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA DR. Amurwani Dwi Lestariningsih dalam keynote speech-nya menyebut bahwa angka kejadian baru dan kematian akibat kanker serviks atau kanker leher rahim di Indonesia masih sangat tinggi.


Karena itu, sambung Amurwani, untuk menekan angka kanker serviks yang tinggi diperlukan peran dari semua pihak. Tidak cukup hanya pemerintah, namun peran dari organisasi masyarakat, seperti Permabudhi maupun Wanita Permabudhi sangat diperlukan.
“Saya mengapresiasi Permabudhi yang sudah menginisiasi kegiatan seminar dan edukasi serta pemberikan vaksin vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker serviks ini,” ujarnya.
Amurwani menegaskan bahwa pencegahan kanker serviks di kalangan perempuan sangatlah penting. Pasalnya perempuan memiliki peran yang strategis dalam menjaga kualitas hidup keluarga.

“Perempuan harus diberikan akses layanan kesehatan dan mendapatkan hak kesehatannya. Permabudhi melalui Wanita Permabudhi yang mengadakan kegiatan ini sudah menjalankan salah satu bakti yang luhur memberikan akses kepada perempuan untuk mendapatkan akses vaksin vaksin HPV,” ujarnya.
Amurwani pun menyatakan kegiatan edukasi dan pemberikan vaksin HPV kepada kalangan perempuan ini harus terus didukung oleh Kementerian PPPA dan disebarluaskan ke masyarakat dalam rangka upaya mencegah kematian ibu dan anak.


“Saya percaya yang dilakukan Permabudhi ini akan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia dan untuk melanjutakan visi Indonesia emas, tanpa perempuan, Indonesia emas tidak akan tercapai. Karena kalau perempuan tidak sehat dan tidak punya kekeuatan, maka generasi akan lemah,” pungkasnya.

Seminar dan Vaksin Kanker Serviks bertajuk “Selamatkan Perempuan Indonesia, Selamatkan Bangsa” yang didukung oleh Biofarma tersebut menghadirkan narasumber Dr Tofan Widya Utami, Sp.OG (K), dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang juga Ketua Pokja Kanker Serviks Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).
Sebelum seminar berlangsung, diadakan pelantikan pengurus Wanita Permabudhi dengan ketuanya Ritha Helena. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Permabudhi Philip K. Widjaja bersama Sekjen Permabudhi Dr. Bambang Patijaya.

Pelantikan pengurus Wanita Permabudhi baru ini menjadi momentum strategis untuk meluncurkan program kerja baru, termasuk kampanye kesehatan seperti seminar serviks, sebagai wujud nyata pengabdian organisasi. Wanita Permabudhi mengajak semuanya untuk membuka tahun 2026 dengan langkah penuh makna. **
