Micky van de Ven saat melesatkan gol ke gawang Copenhagen.
LONDON – Tottenham Hotspur berpesta 4-0 saat menjamu Copenhagen dalam lanjutan Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (5/11) dini hari WIB. Spurs mencetak dua gol bahkan saat main dengan 10 pemain karena kartu merah. Namun Micky van de Ven tampil ciamik.
Tuan rumah mengendalikan permainan sejak awal. Setelah sepakan Destiny Udogie diredam pada menit ke-17, Spurs mencetak gol dua menit kemudian. Sepakan keras Brennan Johnson menyusul sebuah serangan cepat berakhir di pojok kiri gawang.
Tottenham menggandakan keunggulan di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-51. Wilson Odobert menuntaskan umpan Randal Kolo Muani, yang sebelumnya berhasil memotong bola dari kiper lawan.
Spurs kehilangan pemain pada menit ke-57. Brennan Johnson mulanya dikartu kuning atas tekelnya terhadap Marcos Lopez, namun wasit menaikkannya jadi kartu mera usai meninjau layar VAR.
Namun Spurs masih bisa menambah gol pada menit ke-64. Lewat serangan balik, Micky van de Ven membawa bola sendirian dari pertahanan sendiri, melewati empat pemain lawan, lalu menaklukkan kiper.
Spurs mencetak gol keempatnya lima menit kemudian. Kembali dari serangan balik, kali ini Joao Palhinha menuntaskan umpan dari Cristian Romero.
Spurs mendapat penalti usai Dane Scarlett dilanggar Junnosuke Suzuki pada menit ke-91. Tapi eksekusi Richarlison gagal usai membentur mistar gawang.
Khusus bagi Van de Ven bikin momen Ajaib. Bek tengah 24 tahun itu menjelma jadi Lionel Messi dan bikin gol solo run luar biasa. Gol solo run itu merangkum banyak hal dari Van de Ven. Ia unjuk stamina, kecepatan, kemampuan teknik, dan ketenangan. “Itu bisa menjadi gol terbaik musim ini. Rasa seperti melihat Messi menjadi seorang bek,” ujar Manajer Spurs Thomas Frank kepada TNT Sport dikutip BBC.***
