WASHINGTON (LB)–Amerika Serikat (AS) mempersiapkan serangan ke wilayah Venezuela dengan dalih memerangi para pelaku kejahatan narkoba. Militer AS beberapa kali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dari Venezuela atas tuduhan membawa narkoba yang akan diselundupkan ke Negeri Paman Sam.
Presiden Donald Trump mengatakan, militernya sedang mempersiapkan operasi darat tersebut, menargetkan kartel-kartel narkoba.
“Narkoba yang masuk melalui laut hanya 5 persen dibandingkan jumlah tahun lalu, kurang dari 5 persen. Daratan akan menjadi target berikutnya,” kata Trump, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (24/10).
Trump juga telah meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth untuk memberi tahu Kongres perihal operasi militerr tersebut.
Hegseth pada awal pekan ini mengatakan militernya melancarkan dua serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan perdagangan narkoba di Samudera Pasifik bagian timur. Ini berarti ada perluasan wilayah serangan setelah sebelumnya hanya menargetkan kapal-kapal di Laut Karibia.
Portal berita AS Axios sebelumnya melaporkan, intelijen AS sedang memantau pergerakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah muncul dugaan dia akan dilengserkan dari kekuasaan atau mengundurkan diri.
Pete Hegseth juga mengatakan akan memperlakukan kartel narkoba di Venezuela serta negara Amerika Latin lain seperti Al Qaeda, organisasi yang dituduh bertanggung jawab atas serangan 11 September.
“Militer AS akan memburu para gembong narkoba tersebut di mana pun mereka berada, sebagaimana dilakukan terhadap para pemimpin Al Qaeda,” katamya.
“Pesan kami kepada organisasi-organisasi teroris asing ini adalah kami akan memperlakukan kalian seperti kami memperlakukan Al Qaeda. Kami akan menemukan kalian, kami akan memetakan jaringan kalian, kami akan memburu kalian, dan kami akan membunuh kalian,” tambah kata Hegseth, dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (24/10).
Departemen Pertahanan (Pentagon) dalam beberapa bulan terakhir menambah kekuatan angkatan laut, angkatan darat, dan angkatan udara, di seluruh Karibia yang dikuasai komando AS. tom
