Salah satu warga Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Raden Tohar saat berada di kediamannya.
JAMBI (LB)- Curah hujan deras di wilayah Kota Jambi menyebabkan permukaan air Sungai Batanghari kembali siaga 1, dengan ketinggian air mencapai sekitar 15 meter. Meskipun air Sungai Batanghari kembali naik dan memasuki rumah-rumah masyarakat, warga sekitar memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka dan belum mau tinggal di tenda pengungsian.
Fadila, salah satu warga Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, mengungkapkan bahwa dirinya bertahan di rumahnya lantaran takut rumahnya kemalingan.
“Takut barang-barang kita habis, kan sudah pernah kejadian dulu, habis barang-barang di rumah, pisau saja diambil orang,” ungkapnya saat di lokasi banjir, Senin (17/3).
Menurutnya, kejadian pada tahun sebelumnya membuat dirinya takut untuk mengungsi dan belum mau juga untuk mengungsi untuk sementara waktu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Raden Tohar, yang meskipun air mengalami kenaikan, tetap bertahan sementara di rumahnya. Ia mengatakan bahwa dirinya punya pengalaman buruk saat mengungsi dari rumahnya ke posko selama sekitar 17 hari.
“Pengalaman, orang maling pakai ketek (perahu) masuk ke rumah, hilang semua barang di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai kondisi kesehatan saat ini, ia menyatakan bahwa semenjak banjir ini, kondisi warga mengalami gatal-gatal dan kemerahan. Kemudian, mengenai bantuan dari pemerintah, ia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Jambi. *
