Laga Arsenal kontra Bournemouth.
LONDON – Arsenal tak berdaya saat berhadapan dengan Bournemouth di Liga Inggris. Bermain di kandang sendiri, Stadion Emirates, Sabtu (11/4) malam WIB, Arsenal menyerah 1-2.
Arsenal ketinggalan lebih dulu setelah Eli Junior Kroupi membuka keunggulan tim tamu dalam 17 menit pertama permainan. Gol itu tak lepas dari kesalahan William Saliba. Bek tengah Arsenal itu menjulurkan kakinya sehingga membelokkan bola crossing Adrien Truffet. Kroupi dengan mudah menyambar bola dari jarak dekat untuk mengubah skor 1-0.
Arsenal memaksimalkan hadiah penalti dari handball Ryan Christie. Viktor Gyokeres sukses menggetarkan gawang Bournemouth dari titik putih.
Gelandang Bournemouth Alex Scott mengembalikan keunggulan timnya di babak kedua. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Arsenal, Scott menyelesaikan sodoran Evanilson dengan tembakan keras ke sudut atas gawang. Gol Scott memenangkan Bournemouth.
Kekalahan ini jadi yang ketiga dalam empat pertandingan terakhir Arsenal di semua kompetisi. Padahal sebelumnya, raksasa London Utara itu cuma tiga kali kalah dalam 49 pertandingan pertamanya (37 menang, 9 seri).
Dua kekalahan Arsenal sebelumnya memaksa mereka kehilangan peluang mengangkat trofi. Arsenal ditekuk Manchester City 0-2 di final Carabao Cup, sebelum dikejutkan tim divisi dua Southampton 1-2 di perempatfinal Piala FA.
Manajer Arsenal Mikel Arteta mengaku kekalahan itu bukan karena timnya dalam tekanan. “Saya rasa tidak ada tekanan, kami telah mengatasi banyak tekanan sejak awal musim. Di laga ini memang ada beberapa aksi yang jauh dari level yang telah kami tunjukkan dan itu mengguncang sistem. Kami meminta banyak dari suporter, dan kami malah tidak merespons pada standar itu dan kami harus minta maaf. Terima saja situasi ini dan lanjutkan hidup,” kata Arteta kepada BBC Sport.
Viktor Gyokeres menilai Arsenal tampil tidak efektif. The Gunners mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen unggul dari Bournemouth dengan 48 persen. Walau dominan, Arsenal gagal tampil tajam di depan gawang lawan.
Tuan rumah juga lebih banyak melepas tembakan dengan 13 percobaan dibanding dengan Bournemouth yang hanya delapan. Namun kedua tim sama-sama bikin tiga tembakan dengan Bournemouth lebih efektif usai mencetak lebih banyak gol.
“Kami tidak tampil maksimal sepanjang pertandingan. Saya rasa ketika kami mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, kami merasa baik sebagai sebuah tim. Kami memiliki beberapa peluang berbahaya sebelumnya, dan kami ingin mengendalikan babak kedua, tetapi mungkin kami tidak cukup menciptakan peluang di lini serang. Mereka juga tidak banyak menciptakan peluang, tetapi mereka klinis dan mencetak gol dari peluang yang mereka dapatkan. Itulah mengapa hasil hari ini tidak bagus,” ujar Gyokeres dikutip dari situs Arsenal.
Terkait kekalahan ini, eks penggawa Tottenham Hotspur, Andy Reid, menilai tidak akan mengubah status Arsenal sebagai unggulan utama. Ia memiliki alasan kuat di balik opininya tersebut.
“Melihat reaksi orang-orang saat ini, seolah-olah Arsenal sudah menyerah dalam perebutan gelar. Padahal kenyataannya tidak. Mereka masih berada di posisi yang sangat kuat. Kita bisa berekspektasi bahwa mereka akan memberikan performa yang jauh lebih baik di sisa musim ini. Saya sama sekali tidak akan mencoret mereka dari persaingan; mereka hanya perlu menemukan cara untuk menuntaskan tugas ini hingga garis finis,” ujar Andy Reid kepada BBC.
Selanjutnya Arsenal akan menjamu Sporting dalam leg kedua perempatfinal Liga Champions, Rabu (15/4) dini hari WIB. Di leg pertama Arsenal menang tipis 1-0.
Sementara manajer Bournemouth, Andoni Iraola, memberikan pujian bagi timnya. Ia juga puas dengan kemenangan ini karena mereka berhasil mengakhiri rentetan hasil imbang pada beberapa laga sebelumnya.
“Kami menunjukkan kepribadian yang hebat untuk bermain dalam pertandingan besar dan di stadion besar. Kami telah berada di level permainan yang seharusnya. Saya sangat senang untuk para pemain. Anda khawatir kehilangan intensitas kompetisi. Kami memulai laga dengan sangat bagus. Secara fisik kami mempertahankan level permainan. Kami mengakhiri laga dengan performa yang bagus. Kami datang dari banyak hasil imbang berturut-turut,” ujar Iraola kepada BBC Sport.
Ia secara khusus memuji performa Scott yang berjuang sepanjaang laga. “Alex (Scott) sudah seperti ini selama beberapa bulan. Dia luar biasa di laga ini. Dia dalam kondisi yang sangat baik. Saya sangat senang untuknya. Dia telah bekerja keras untuk mencapai level ini. Secara defensif, selain penalti, kami berhasil mengatasi situasi (bola mati). Kami cukup berani. Sebuah penampilan yang lengkap. Ini soal beradaptasi dengan permainan. Kami memiliki momen-momen yang sangat bagus dalam penguasaan bola. Kami menemukan celah yang bagus di lini tengah,” kata Iraola.***
