Kevin Wu
JAKARTA (LB)–Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kevin Wu, menyorot aksi premanisme yang terjadi selama beberapa waktu ke belakang.
Ia mengecam berbagai insiden tersebut dan fenomena premanisme yang masih terjadi di ibukota.
Menurutnya, fenomena itu bukan saja meresahkan masyarakat, tetapi juga mencoreng wajah Jakarta sebagai pusat ekonomi yang beraspirasi menjadi kota global.
“Saya sangat menyayangkan premanisme masih terjadi di Jakarta dewasa ini. Fenomena tersebut sangat mengganggu dan merugikan masyarakat. Saya harap Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI bisa memberikan atensi dan segera mengatasinya,” ujar Kevin, dalam siaran pers tertulis, Minggu (12/4/2026).
Kevin meminta agar Pemprov DKI Jakarta bergerak secara lebih proaktif lagi dan tidak menunggu suatu kasus menjadi viral sebelum bertindak.
“Dan jangan sampai Pemprov DKI juga baru bertindak ketika ada kejadian-kejadian yang viral. Karena masyarakat yang menghadapi premanisme ini sebenarnya sudah dirugikan sebelum kasus-kasus itu mencuat di masyarakat,” sambungnya.
Belum lama ini, masyarakat Jakarta dibuat geger oleh video yang beredar, di mana seorang pedagang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat diintimidasi.
Dalam video tersebut, pedagang bakso itu menyaksikan piring-piringnya dipecahkan oleh pria lainnya yang diduga ingin menagih uang.
“Seperti pedagang bakso kemarin. Itu kan ‘wong cilik’ yang harus berdagang untuk menafkahi diri dan keluarganya. Kita ini tidak tega melihat ‘wong cilik’ seperti itu dibuat lebih menderita lagi oleh praktik-praktik intimidasi dan pemerasan seperti terlihat dalam videonya,” imbuhnya.
Kevin juga mengingatkan bahwa praktik premanisme ini juga terjadi dalam skala yang lebih besar dan luas lagi, sehingga memengaruhi usaha-usaha lainnya yang ada di Jakarta.
“Premanisme ini ternyata juga tidak hanya dialami oleh pedagang-pedagang kecil saja. Tapi kita juga mengetahui ada banyak kejadian di mana seseorang yang ingin membuka usaha dimintai jatah macam-macam mulai dari jatah parkir, jatah pegawai, hingga lain-lain oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab,” ungkapnya.
“Bagaimana bisnis di Jakarta ini ingin sehat dan bertumbuh kembang. Bagaimana investor dari luar mau masuk, bagaimana orang tertarik untuk berusaha di Jakarta kalau kondisi ini terjadi terus menerus. Mimpi kota global akan terus menjadi mimpi kalau Pemprov DKI tidak berhasil megatasi persoalan ini,” lanjutnya.
Demikian, Kevin meminta agar Pemprov DKI Jakarta segera menindak premanisme secara tegas, agar bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat dan kepastian bagi pihak-pihak yang ingin berusaha secara jujur di Jakarta.
“Pemprov DKI perlu menegakkan hukum setegas-tegasnya, tidak memihak kepada siapapun itu. Khususnya terhadap premanisme, jangan sampai ada kekendoran atau malah perlakuan khusus. Pemprov DKI perlu hadir memberikan keamanan bagi para warga dan pengusaha yang ingin berusaha secara jujur,” pungkasnya. **
