JAKARTA (LB)–Program Internasional Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) menyelenggarakan Timor Leste Cultural Day pada Senin, (15/12/2025). Kegiatan yang dipusatkan di di Auditorium Kampus IP Trisakti di Jl. IKPN Bintaro, Jakarta Selatan ini diikuti oleh 11 mahasiswa dan mahasiswi Timor Leste.
“Timor Leste Cultural Day ini merupakan ajang pertunjukan budaya dari Timor Leste, dan juga pertukaran budaya antara Timor Leste dengan Indonesia dalam hal ini diwakili oleh mahasiswa Timor Leste yang belajar di IP Triksati dan juga mahasiswa Timor Leste yang baru datang untuk kuliah di IP Trisakti,” kata Dekan Fakultas Vokasi Institut Pariwisata (IP) Trisakti adalah Dr. Drs. Amrullah, SH., M.Hum., MSi.Par., CHE., QCRO., ditemui di sela kegiatan Timor Leste Cultural Day.

Menurut Amrullah program ini sangat prestisius bagi kedua negara Pasalnya mahasiswa yang mendapatkan program beasiswa dari pemerintah Timor Leste untuk kuliah di IP Trisakti dalam rangka menimba ilmu pariwisata yang nantinya setelah menyelesaikan studinya mereka pulang dan berkontribusi dalam pembangunan sektor pariwisata di negaranya.
“Ini sangat membaggakan bagi kami IP Trisakti. nantinya nuansa pembangunan sektor pariwisata di Timor Leste akan diwarnai oleh para mahasiswa lulusan IP Trisakti,” ujarnya.
Amrullah menambahkan, beasiswa dari Timor Leste ini sudah berjalan lebih dari tiga kali dan program ini yang harus dijaga dengan baik, karena lulusan dari IP Trisakti ini akan menjadi tolak ukur bagi pembangunan pariwisata Timor Leste. Mereka belajar pariwisata ke Indonesia khususnya ke IP Trisakti. ini mencerminkan bahwa mereka sangat mempercayai kualitas Pendidikan di IP Trisakti.

Para mahasiswa yang kuliah di IP Trisakti mengambil program Magister Pariwisata (S2), Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan dan Kewirausahaan.
Selama mengikuti program, para mahasiswa mengikuti berbagai workshop memasak khas negaranya. Mereka juga belajar membuat produk pastry khas Indonesia beserta budayanya. Tak hanya itu saja mereka juga akan diperkenalkan destinas-destinasi wisata yang ada di Indonesia.
“Untuk pembelajaran di IP Trisakti, mereka juga akan kita bawa ke destinasi – destinasi wisata, proses pembelajaran di lapangan, tidak hanya di dalam kelas, karena pariwisata merupakan Pendidikan terapan artinya teori yang dipejari di bangku kuliah itu bisa betul – betul bisa diterapkan dan mendukung pekerjaan nyata di dunia industri maupun pemerintahan. karena sangat mungkin mereka ini akan bekerja di instansi pemerintah mereka,” terang Amrullah.

Technical Advisor Team Leader of RAEOA-FEB Scholarship Program 2025 Tonysio Freitas Gomes mengatakan pihaknya memilih IP Trisakti untuk menempatkan mahasiswanya belajar ilmu pariwisata karena lembaga pendidikan ini dikenal sebagai salah satu institut yang terbaik di Indonesia.
“Kita melakukan research dan mempelajari website-nya Institut Pariwisata dan kita lihat programnya bagus, juga institut ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia, karena itu kita tertarik untuk mengirim mahasiswa Timor Leste ke Institut Pariwisata Trisakti ini,” jelasnya.

Ada pun harapannya agar nantinya para mahasiswa bisa berkontribusi dan menerapkan ilmu yang mereka dapat di IP Trisakti untuk untuk pembangunan pariwisata Timor Leste.
Menurut Tonysio, di negaranya banyak potensi pariwisata tapi belum dikelola secara baik, karena masih proses pembangunan. Karena itu pemerintahnya ingin menyiapkan sumber daya manusia untuk bisa membangun sektor pariwisata.

Ilda Xavier Naramba dan Erna Fraga Da Silva, dua mahasiswi Timor Leste yang kuliah di Program D4 Perhotelan IP Trisakti menyatakan bahwa mereka setelah menyelesaikan studinya akan kembali ke negaranya untuk menerapkan ilmu yang sudah didapatkannya dalam rangka pembangunan sektor pariwisata di kampung halamannya. **
