Prancis Sukses Atasi Perlawanan Maroko

Sukacita pemain Prancis usai Kylian Mbappe mencetak gol ke gawang Maroko.

MASSACHUSETTS – Timnas Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 usai  menyingkirkan Maroko 2-0 dalam laga perempatfinal di Boston Stadium, Jumat (10/7) dini hari WIB. Dua gol Prancis dicetak Kylian Mbappe (60′) dan Ousmane Dembele (66′)

Prancis nyaris unggul lebih dulu di babak pertama dari titik putih. Tapi sayang, bola eksekusi penalti Mbappe bisa ditangkap kiper Yassine Bounou. Namun Mbappe membalaskan kegagalannya di babak kedua.

Prancis pun berhasil menginjak 4 besar dalam 3 edisi beruntun, jadi tim ketiga yang melakukan itu setelah Jerman (1982-1990 & 2002-2014) dan Brasil (1994-2002).

Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps mengatakan timnya ‘berada tepat di posisi yang diinginkan’. “Kami kini berada tepat di posisi yang kami inginkan. Kami akan memulihkan kondisi dengan baik dan menunggu siapa lawan berikutnya,”  ujar Deschamps, dikutip dari laman resmi FIFA, Jumat.

Sebelumnya, mereka berhasil menjadi juara pada 2018 di Rusia, sementara empat tahun berikutnya di Qatar dikalahkan Argentina di laga final. “Inilah alasan kami datang ke sini, dan para pemain memiliki tanggung jawab untuk melakukan segala yang mereka bisa agar melangkah sejauh mungkin. Kami telah berhasil melewati satu rintangan besar,” ucap Deschamps.

Terkait kegagalan penalti Mbappe, Deschamps menyebut, pemain berusia 27 tahun itu tetap tampil tenang hingga akhirnya tendangannya sukses menembus pertahanan Maroko.

“Saat itu Kylian terlihat tidak masalah. (Saya tahu) ia tidak pernah meragukan dirinya.   Situasinya rumit karena setelah gagal mengeksekusi penalti, kami malah tidak bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada,” lanjutnya.

Keberhasilan Prancis, kata Deschamps tidak lepas dari kualitas para pemain yang dimilikinya. “Saya melakukan tugas saya dengan baik, tapi kami memang punya pemain-pemain yang bagus, saya apresiasi mereka,” tuturnya.

Kemenangan ini mendekatkan Deschamps dengan rekor. Ini menjadi kemenangan ke-20 baginya selama melatih Prancis di Piala Dunia. Saat mengalahkan Norwegia di fase grup lalu, ia sudah menyalip rekor kemenangan terbanyak yang dipegang pelatih legendaris Jerman, Helmut Schon (16 kali).

Deschamps sudah menangani Prancis sejak 2012 dan tampil di empat edisi Piala Dunia. Ia selalu mampu membawa Les Bleus ke fase gugur, dengan ‘capaian terburuk’ hanya sampai perempat final pada 2014.

Mbappe menyebut timnya pantang menyerah sampai kemenangan diamankan. Itu yang membuat Prancis melaju jauh

“Rahasia tim Prancis ini? Hanya ada satu cara untuk rileks, dan itu adalah dengan cara menang. Sampai kami sudah melakukannya, kami tidak menyerah. Kami masuk ke semifinal dan kami sangat senang, tapi jalan masih panjang. Kami sadar bahwa apa yang akan kami hadapi akan lebih berat daripada yang sudah kami lewati, tapi kami siap menghadapi apa pun,”  kata Mbappe dikutip dari situs resmi FIFA.

Hanya saja dalam laga itu Mbappe mengalami cedera ringan dan ditarik keluar lebih awal. Penyerang Real Madrid itu kemudian mengungkap bahwa ia mengalami cedera ringan pada pergelangan kakinya. “Saya ada cedera ringan di pergelangan kaki, tapi saya baik-baik saja. (Jean-Philippe) Mateta ada dalam posisi yang lebih baik untuk main di sisa waktu pertandingan dan lebih fit di momen itu. Itulah yang terjadi,”  ujar Mbappe seperti dilansir Reuters.

Mbappe berharap dukungan dari suporter demi final Piala Dunia ketiga secara beruntun untuk Les Bleus. “Saya ingin mereka terus menonton pertandingan, memberi kami kekuatan. Meski mereka tidak ada di stadion, kami merasakan energi mereka. Dan kami akan mencoba mengumpulkan massa untuk laga-laga berikutnya,”  kata Mbappe.

Sementara pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui keunggulan kualitas pemain-pemain Prancis.  “Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe,” ujar Ouahbi yang dilansir dari FIFA.

Ouahbi mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi menilai timnya telah memberikan kemampuan terbaik di tengah keterbatasan skuad. Ia menyoroti minimnya opsi pemain di bangku cadangan ketika tim diterpa cedera, absennya sejumlah pemain, serta kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan.

Meski langkah Maroko terhenti di perempat final, Ouahbi optimistis masa depan sepak bola negaranya tetap cerah apabila perkembangan tim terus berlanjut. Ia menegaskan timnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi menjadi juara, tetapi harus menerima kenyataan kalah dari salah satu tim unggulan.

“Tentu kami ingin menang dan sudah melakukan segalanya, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat sulit. Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan,” tutur Ouahbi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *