Aksi Kylian Mbappe saat melawan Islandia.
PARIS – Prancis menjalani laga penuh drama saat menjamu Islandia. Bermain di Parc des Princes, Rabu (10/9) dini hari WIB, Les Bleus menang 2-1 dalam pertandingan yang diwarnai kartu merah dan gol lawan yang dibatalkan.
Islandia memimpin lebih dulu pada menit ke-21 lewat kesalahan Prancis. Michael Olise salah oper saat menguasai bola di pertahanan sendiri, malah memberi bola ke Andri Gudjohnsen yang langsung menceploskannya ke gawang.
Prancis beberapa kali menciptakan ancaman. Tapi harus menunggu sebuah penalti, yang dipastikan lewat layar VAR pada menit ke-43 setelah Marcus Thuram dilanggar, untuk menyamakan kedudukan. Eksekusi Kylian Mbappe membawa skor Kembali imbang.
Prancis mencetak gol pada menit ke-62 melalui Bradley Barcola. Menerima sodoran dari Mbappe dalam serangan cepat, Barcola dengan mudah memasukkan bola ke gawang kosong.
Prancis kehilangan pemain enam menit berselang. Aurelien Tchouameni mendapatkan kartu merah atas pelanggaran terhadap Jon Dagur Thorsteinsson.
Islandia sempat mencetak gol pada menit ke-88, saat Andri Gudjohnsen menyambut umpan silang mendatar. Tapi wasit menganulir gol itu karena menilai ada tarikan dari Gudjohnsen terhadap Ibrahima Konate.
Hasil ini mengukuhkan Prancis di puncak Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan enam poin dari dua laga. Islandia menyusul di posisi dua berbekal tiga poin, diikuti Ukraina dan Azerbaijan yang masing-masing punya satu poin.
Pelatih Perancis, Didier Deschamps memang tak mau timnya mengikuti jejak Inggris sebagai tim yang jadi korban keganasan Islandia. Karena itu Deschamps sejak awal telah menegaskan bahwa ia tak akan meremehkan Islandia.
Prancis juga mengalami kesulitan di babak penyisihan saat menghadapi Rumania, Albania dan Swiss. Pengalaman-pengalaman itu sudah cukup bagi Deschamps untuk tak meremehkan Islandia.
“Kami terus bekerja keras dan meningkatkan kualitas permainan jelang babak perempat final. Kami tahu bahwa Islandia bisa ada di perempat final bukan lantaran pemberian. Islandia bekerja keras,” ujar Deschamps seperti dikutip dari Goal.
Khusus bagi Mbappe, kini ia melewati catatan gol Thierry Henry.
Striker Real Madrid itu punya catatan 52 gol di Timnas Prancis. Henry mencetak 51 gol. Penyerang bernomor 10 itu juga unggul dari segi jumlah penampilan. Mbappe mencetak 52 gol dari 92 penampilan bersama Prancis. Sementara Henry butuh 123 laga untuk bikin 51 gol.
Mbappe kini tinggal mengejar catatan Olivier Giroud. Penyerang berusia 38 tahun itu masih tercatat sebagai top skorer Prancis dengan 57 gol.
Mbappe, yang masih berusia 25 tahun, jelas punya peluang menyalip torehan Giroud. Ia kini di ambang gelar top skor sepanjang masa Prancis.
Mbappe membela Prancis sejak 2017, dan sejak saat itu menjadi andalan. Ia sudah memenangkan gelar Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2020/2021.
Di laga itu Hugo Ekitike jadi sorotan. Striker Liverpool itu dimainkan cuma semenit, dan tidak menyentuh bola sama sekali
Ekitike dibawa Prancis ke laga internasional kali ini. Ia menggantikan Rayan Cherki, yang cedera bersama Manchester City. Meski tajam di Liverpool, yakni sudah bikin 3 gol dan 1 assist, Ekitike susah mendapat tempat di Prancis. Itu terlihat saat ia cuma jadi cadangan melawan Ukraina dan Islandia.
Saat melawan Ukraina, ia cuma turun 9 menit usai menggantikan Ousmane Dembele pada menit ke-81. Saat melawan Islandia, Ekitike baru masuk di menit ke-96 menggantikan Olise.***
