Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku masih bimbang untuk menaikkan tarif Transjakarta yang saat ini seharga Rp 3.500. Hal ini diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam penyerahan sertifikat lulus pada program pelatihan Women Empowerment: Pelatihan Mengemudi Khusus Perempuan di Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/11).
Mulanya, seorang wanita bernama Noviarina mengapresiasi konsistensi transportasi publik yang selama 21 tahun ini tak pernah menaikkan tarif dan bahkan memberinya kesempatan kerja sebagai pramusapa hingga kini sopir bus Transjakarta.
“Saya mau bilang terima kasih telah menggunakan moda transportasi yang sudah dari tahun 2004 hingga 2025 masih tetap sama dengan harga Rp 3.500,” ungkap Noviarina.
Mendengar hal itu, Pramono sempat tertawa dan curhat kepada tamu undangan bahwa dirinya masih belum menemukan solusi soal wacana kenaikan tarif Transjakarta.
“Cuma ini gubernurnya lagi bimbang (tarif Transjakarta naik atau tidak). Jadi saya terus terang saja, sejak mewacanakan apakah naik atau enggak (tarifnya), memang benar-benar di ruang publik itu terbelah,” kata Pramono.
Semenjak wacana ini dibahas ke publik, Pramono melihat adanya pro dan kontra. Hal itu rutin dibacanya lewat media sosial. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jakarta sudah memberikan subsidi lebih dari Rp 9.000 per penumpang Transjakarta serta menggratiskan 15 golongan.
“Kalau bukan karena semangat teman-teman balai kota yang tetap memberikan ruang terbuka untuk ini, enggak mungkin (hal itu terwujud) sebenarnya,” ujar dia. Namun, Pramono mengaku masih terus mengkaji wacana kenaikan tarif Transjakarta dan akan segera mengumumkan keputusan terbaik untuk warganya. “Jadi karena itu, saya betul-betul mempertimbangkan. Nanti pada saatnya, saya akan memutuskan keputusan yang terbaik untuk kita semua,” lanjut dia. *
