Abraham Rudy saat menyerahkan bantuan pupuk kepada petani.
KUBU RAYA (LB)- PT. Pupuk Kibo Kembali mensosialisasikan metode Metta (Modernisasi Ekosistem Tani dengan Teknologi APRA), yang dikembangkan untuk memaksimalkan serapan nutrisi dan memperbaiki kesuburan tanah secara alami kepada Kelompok Tani Mandiri Abadi, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (19/9).
Dalam sosialisasi ini juga, disampaikan bantuan pupuk dan bibit padi yang diserahkan oleh Abraham Rudy selaku salah satu Founder, disaksikan Direktur Utama PT. Pupuk Kibo, Angga Permana dan Direktur Helga Abraham.
Acara Panen Raya Padi ini dilaksanakan di lahan pertanian Kelompok Tani Mandiri, di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, di Kawasan Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Daniel Johan, Abraham Rudy, Bupati dan Forkompimda saat panen raya.
Hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan serta perwakilan pemerintah provinsi dan daerah, di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Awalludin mewakili Bupati Kubu Raya, serta perwakilan DPRD Kalbar dan DPRD Kubu Raya dan sekitar 100 orang termasuk para petani yang tergabung.
Founder PT. Pupuk Kibo, Abraham Rudy yang juga Dewan Penyantun PSMTI, Ketua Umum Perwanti PSMTI Pusat Helga Abraham, yang juga Presiden Asian Chinese Youth Association (ACYA) serta Angga Permana Ketua Pemuda HAKKA sekaligus Direktur Utama PT. Pupuk Kibo, merasa bahagia atas hasil yang diperoleh para petani setelah menggunakan pupuk Kibo. Dan tentunya akan selaras dengan Program ASTA CITA Presiden RI Prabowo Subianto.

Daniel Johan saat memberikan keterangan kepada media.
Salah satu petani Bernama Yono, asal Kubu Raya, menyebut tanpa ketersediaan pupuk yang memadai, produktivitas pertanian bisa menurun drastis yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan.
Yono pun bersyukur adanya bantuan pupuk, bantuan tersebut dinilai mampu meringankan beban biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan

Angga Permana, saat menyampaikan keterangan kepada media.
Direktur Utama Pupuk Kibo Angga Pranama, menyampaikan bahwa Produk pupuk berbasis organik ini hadir dengan metode Metta (Modernisasi Ekosistem Tani dengan Teknologi APRA), yang dikembangkan untuk memaksimalkan serapan nutrisi dan memperbaiki kesuburan tanah secara alami.
Metode ini, pada dasarnya berfungsi mengubah residu pupuk kimia menjadi unsur hara yang dapat diserap tumbuhan. Dengan begitu, meski jumlah pupuk kimia yang diberikan lebih sedikit, hasil panen justru meningkat drastis.
Angga menjelaskan, Konsep dasar kerja pupuk Metta adalah memperbaiki tanah, agar makin subur dari waktu ke waktu. Di samping itu, metode ini juga diharapkan mampu membantu petani menekan biaya pemupukan.

Founder Pupuk Kido, Abraham Rudy.
Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Daniel Johan, yang merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, menegaskan bahwa pupuk merupakan faktor penting bagi petani. Daniel mengatakan kesejahteraan petani harus meningkat, lalu produksi mereka juga harus meningkat, sehingga dapat membantu menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat di Kalbar.
Dengan metode Metta, diharapkan semakin cinta terhadap tanah, cinta terhadap tumbuhan, dan cinta terhadap petani, sehingga hasilnya optimal.
“Bila hasil petani meningkat, dan lahan semakin subur, tentu akan mendorong pertanian secara berkelanjutan, sehingga benar benar memiliki ketahanan pangan, karena panen yang berkelanjutan,” ungkap Daniel.
Daniel menambahkan dirinya akan mendorong agar anggaran untuk alat-alat pertanian dan pupuk khususnya pupuk subsidi agar tata niaganya diperbaiki dan tepat waktu, sampai ke petani. bam
