Timnas Spanyol ke Peringkat Satu Dunia

Skuad Spanyol di Piala Dunia 2026.

MADRID – Timnas Spanyol kembali ke peringkat satu dunia dalam ranking FIFA terbaru, usai meraih juara Piala Dunia 2026. Tim Matador menggusur Argentina.

Pasukan Luis de la Fuente mengalahkan Argentina 1-0 dalam laga final di New Jersey Stadium, Senin (20/6) dini hari WIB. Dalam rilis FIFA pada 21 Juli 2026 atau sehari setelah gelaran final Piala Dunia 2026, La Furia Roja mengoleksi 1995.88 poin.

Spanyol menggeser Argentina, yang sempat menguasai peringkat satu dunia sejak April lalu. Lionel Messi dan kolega turun ke posisi dua dengan 1970.37 poin.

Posisi tiga masih ditempati Prancis, disusul Inggris di bawahnya. Sementara Brasil naik ke peringkat 5, dan Maroko di posisi 6 ranking FIFA.

Portugal yang harus turun dua peringkat ke posisi 7, dari sebelumnya di peringkat 5. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan cuma sampai 16 besar di Piala Dunia 2026, usai dihentikan Spanyol.

Sementara Brasil dan Maroko naik satu peringkat ke posisi 5 dan 6. Selain itu, Meksiko juga melonjak empat peringkat ke posisi 10, usai tampil gemilang dengan melaju sampai perempatfinal, sebelum dikalahkan Inggris.

Jerman, yang kandas memalukan di babak 32 besar, harus terlempar dari 10 besar. Kai Havertz cum suis (cs) kini berada di peringkat 12, disalip Meksiko dan Kolombia, yang naik ke posisi 11.

Lonjakan drastis dialami Norwegia, yang melaju jauh di Piala Dunia 2026. Erling Haaland dkk bisa sampai perempatfinal, dan naik 12 peringkat ke posisi 19 ranking FIFA. Swiss juga naik lima peringkat ke posisi 14, di atas Italia, yang absen di turnamen kali ini.

Timnas sendiri Spanyol melakukan pawai juara Piala Dunia 2026. Seisi kota Madrid mendadak jadi lautan merah.

Sebelumnya, setelah menempuh perjalanan hampir sembilan jam, skuad La Furia Roja tiba di Bandara Barajas, Madrid. Mereka disambut begitu turun dari pesawat dan langsung bersiap menuju Istana Zarzuela bertemu Raja Felipe VI dan Ratu Letizia.

Skuad Spanyol disambut Raja Felipe dan Ratu Letizia serta kedua putrinya, Putri Leonor dan Infanta Sofia. Keluarga Kerajaan Spanyol itu menyalami satu per satu pemain dan staf pelatih.

Setelah selesai acara di Istana Zarzuela, rombongan menaiki bus dengan atap terbuka menuju Plaza de Cibeles untuk menemui ratusan ribu masyarakat Spanyol yang sudah memadati area itu sejak pagi hari.

Suporter meneriaki chant serta nama-nama pemain setiap bus rombongan melewati mereka. Setelah itu, perayaan berlanjut di seluruh penjuru Spanyol sampai tengah malam, sebelum akhirnya membubarkan diri.

Seluruh pemain Spanyol setelah ini akan menjalani liburan sebelum kembali membela klub masing-masing saat musim 2026/2027 dimulai pertengahan Agustus.

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 memang sangat luar biasa. Mereka menunjukkan penampilan dengan kualitas teknik dan taktik luar biasa di partai final. Mereka mampu meredam serangan Argentina dengan lebih baik dari sebelumnya.

Setelah membungkam Prancis beserta lini serangnya yang menakutkan dalam kemenangan 2-0 pada semifinal, juara Eropa itu kemudian mengalihkan fokus kepada Lionel Messi dan kawan-kawan, dari laju tanpa henti La Roja.

Argentina selalu mencetak sedikitnya dua gol di setiap pertandingan sebelumnya, tetapi kali ini mereka tampil jauh di bawah biasanya. Pasukan Lionel Scaloni bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit pertandingan. Upaya mereka hanya datang pada babak tambahan dan tidak pernah benar-benar merepotkan Unai Simon di bawah mistar gawang Spanyol.

Tim asuhan Luis de la Fuente sebenarnya telah meletakkan fondasi permainan mereka sejak menjuarai EURO 2024 di Jerman. Namun kali ini, gaya bermain Spanyol juga mengandalkan serangan balik cepat melalui dua pemain sayap yang memiliki kecepatan luar biasa, Lamine Yamal dan Nico Williams.

Dua tahun lalu mereka mungkin bermain lebih langsung dan lebih terbuka menghadapi lawan, yang membuat mereka kebobolan empat gol dalam empat pertandingan fase gugur.

Namun di ajang Piala Dunia 2026, Spanyol tampil jauh lebih solid dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, yaitu gol yang dicetak Charles De Ketelaere dari Belgia. Catatan tersebut menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah turnamen.

Perubahan yang paling terasa dalam dua tahun terakhir tentu adalah semakin besarnya pengaruh Rodri, motor permainan tim sekaligus peraih adidas Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Sambil mengangkat Trofi Piala Dunia FIFA, sang maestro lini tengah menjelaskan kepada FIFA bagaimana Spanyol mampu mendominasi seluruh lawannya.

“Menurut saya, kami adalah tim yang paling mampu menghadapi berbagai situasi dalam pertandingan. Menekan lawan, menguasai bola, melakukan serangan balik, situasi bola mati. Saya rasa, dalam setiap aspek permainan, Spanyol adalah tim yang paling mampu mengendalikan pertandingan,” kata Rodri dikutip dari laman FIFA.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *