Sebanyak 5.440 ekor ikan – ikan endemis yang ditebar di Telaga Saat Cisarua, hulu Sungai Ciliwung dan hulu maupun hilir sungai lainnya diharapkan punya fungsi ekonomi.
CIBINONG (LB)- Pemkab Bogor, di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto berupaya memulihkan lingkungan hidup mulai dari hulu hingga hilir.
Tak hanya untuk mengendalikan bencana banjir, tetapi juga mengembalikan ekologi Kabupaten Bogor, termasuk dengan menebar ikan endemis dan eco enzim.
“Kami dengan langkah – langkah kecil berupaya memulihkan lingkungan hidup dari hulu hingga hilir, termasuk mengembalikan ekologi dengan menebar ikan-ikan endemis dan bukannya ikan yang invasif seperti ikan sapu – sapu dan lele,” kata Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika kepada wartawan, Minggu, (7/6).
Ia berharap, 5.440 ekor ikan – ikan endemis yang ditebar di Telaga Saat Cisarua, hulu Sungai Ciliwung dan hulu maupun hilir sungai lainnya diharapkan punya fungsi ekonomi.
“Kami harap ikan yang kami tebar bisa untuk konsumtif, dan terjadi pemberdayaan ekonomi di tengah masyarakat,” harap Ajat Rochmat Jatnika.
Selain menebar ikan endemis dan eco enzim, Pemkab Bogor, tutur Ajat Rochmat Jatnika juga menanam ratusan pohon dan melepaskan burung – burung ke alam liar.
“Pemkab Bogor tak hanya memulihkan air, tetapi juga bersama unsur – unsur masyarakat, memulihkan tanah dan udara, dimana kami juga melepas 544 ekor burung,” tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa Pemkab Bogor juga melantik ratusan pengurus Forum Kampung Ramah Lingkungan (FKRL), sebagai garda terdepan dalam mengelola sampah.
“FKRL bukan hanya mengelola sampah, tetapi dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga bisa memulihkan lingkungannya dari kerusakan,” tambah Alumni IPB University tersebut. *
