Antisipasi Begal, Bandung Aktifkan Kembali Jam Malam untuk Pelajar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

BANDUNG (LB)- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, setelah melakukan rapat koordinasi bersama- sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Kota Cimahi, diketahui bahwa aksi begal yang belakangan marak tidak hanya ada di Kota Bandung saja.

“Pada intinya memang berdasarkan data, ternyata jumlah kejadian pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan atau yang kita sebut begal kemudian juga tindakan kriminal lainnya di empat wilayah Bandung Raya ini merata di mana-mana.

Nah, sehingga terjadilah di berbagai macam daerah perbatasan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (23/7). Selain itu, Farhan mengatakan dalam rapat koordinasi tersebut juga ditemukan fenomena yang cukup memprihatinkan di kalangan pelajar sekolah hampir di semua wilayah di Bandung Raya.

“Beberapa hal yang menimbulkan keresahan masyarakat adalah begal dan curanmor. Bahkan ditemukan beberapa fakta, kunci (leter) T sekarang lagi populer di kalangan anak-anak SMP cuma buat gaya-gayaan latihan buka motor, termasuk miras,” ungkap Farhan.

Ke depan, Farhan mengatakan, akan diberlakukan juga jam malam. Pelajar usia sekolah diimbau untuk tidak berkeliaran di jalanan  maksimal hingga pukul 21.00 WIB di hari kerja dan tidak ditetapkan kapan sampai kapan berakhir.

“Jam 21.00 WIB, Kecuali malam Minggu katanya bisa sampai jam 12.00 malam kalau malam Minggu. Itu sebabnya nanti ada beberapa kebijakan, contohnya nih, PKL di beberapa titik di Kota Bandung itu harus selesai jam 12.00 malam. Dengan toleransi apabila memang sedang akhir pekan itu sampai jam 2.00 pagi. Itu salah satunya  yang kita jaga sama-sama,” jelasnya. 

Farhan menjelaskan mengapa pelajar menjadi fokus dalam penerapan jam malam. Menurut dia, pelajar paling berpotensi menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku jika diajarkan. “Bukan menganggap bahwa pelaku pasti pelajar, justru untuk menghindarkan jangan sampai pelajar terpengaruh untuk menjadi pelaku atau yang lebih mengerikan lagi, justru menjadi korban,” tandasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *