Pemerintah Perluas Sumber Pasokan Energi di Tengah Gangguan Distribusi

JAKARTA – Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan di tengah potensi gangguan jalur distribusi energi global, khususnya melewati Selat Hormuz, pemerintah memperluas sumber pasokan energi dari berbagai kawasan dunia.

“Di samping sumber-sumber energi yang melewati Selat Hormuz, kita memperluas ke kawasan lain, antara lain dari Amerika Serikat, Afrika, Asia Timur dan Tengah,” kata Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).

Selain diversifikasi impor, menurut Hendra, pemerintah juga mengoptimalkan produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal.

Optimalisasi ini mencakup pengalihan sebagian produksi minyak mentah dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk kebutuhan domestik.

“Untuk minyak mentah atau minyak bumi, optimalisasi hasil KKKS dilakukan untuk kepentingan domestik. Ditjen Migas memeriksa semua KKKS untuk mengalihkan ekspor yang diperlukan di dalam negeri, serta optimalisasi sumber daya domestik untuk produksi BBM dan LPG,” kata Hendra saat diskusi “Menjaga Ketahanan Energi Di Tengah Gejolak Harga Minyak Global”, yang digelar E2S.

Sementara itu, Komaidi Notonegoro, pengamat energi yang juga Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, menanggapi langkah pemerintah yang mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun terjadi lonjakan harga minyak mentah global.

Komaidi menjelaskan, kebijakan tersebut bisa dipahami untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, namun perlu diwaspadai dampaknya bagi ketahanan energi nasional.

Ia menyatakan dengan asumsi harga Indonesia crude price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) 2026 sebesar 70 dolar AS per barel dibandingkan dengan harga rata-rata minyak saat ini, maka ada disparitas harga.

Menurut perhitungan Komaidi, paling tidak masing-masing produk BBM ada selisih harga jual Rp5.000-Rp9.000 per liter dibanding nilai keekonomiannya.

Komaidi melanjutkan berdasarkan data terakhir, penjualan BBM Pertamina satu tahun sekitar 72 juta-75 juta kiloliter atau kira-kira 200 ribu kiloliter per hari.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *