Pemerintah Andalkan Teknologi Lanjutan untuk Pacu Lifting Migas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

JAKARTA – Pemerintah mengandalkan pemanfaatan teknologi lanjutan dalam rangka meningkatkan produksi atau lifting minyak dan gas (migas) nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan lifting migas, meski capaian untuk minyak bumi pada 2025 terealisasi 605,3 ribu barel per hari atau melebihi target APBN.

Menurut dia, senjata utama untuk optimalisasi peningkatan lifting migas, salah satunya adalah dengan penerapan teknologi lanjutan di sumur migas eksisting, seperti enhanced oil recovery (EOR), fracking, atau horizontal drilling.

“Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau, harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita suntik pakai teknologi, nggak ada cara lain. EOR salah satunya,”  kata Bahlil saat Kuliah Umum Media Indonesia di Jakarta, dikutip dari Antara,  Jumat (13/2).

Namun demikian, Bahlil tidak memungkiri bahwa penerapan teknologi lanjutan kerap kali terkendala dari aspek keekonomian.

Maka dari itu, pemerintah memberikan fleksibilitas skema kontrak kerja sama bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang akan melaksanakan kegiatan eksplorasi dan operasi produksi.

Menurut dia, KKKS diperbolehkan untuk memilih skema kontrak kerja sama berbentuk gross split atau cost recovery. “Kebijakan ini adalah jalan tengah untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus mengoptimalkan upaya menuju ketahanan energi,” jelasnya.

Bahlil juga mengatakan kegiatan yang dilakukan negara tidak boleh berorientasi pada keuntungan, harus melayani kebutuhan masyarakat. “Negara itu tidak hanya bicara tentang berapa profitnya, negara itu nggak boleh bicara hanya profit oriented. Tapi, negara juga harus bicara tentang pelayanan, ketersediaan, dan ketahanan. Kita ini melayani rakyat, kalau ada profit itu multiplier effect,” tegasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *