Masih Eksis di Empat Kompetisi, Sanggupkah Arsenal Meraih Semua Trofi? 

Viktor Gyokeres, Pemain Arsenal.

LONDON – Arsenal dalam jalur memenangi empat gelar sekaligus musim ini. Mantan bek The Gunners Ashley Cole percaya itu mungkin diwujudkan, yang penting meraih satu trofi dulu.

Arsenal memang masih aktif di empat kompetisi hingga bulan Maret ini. Mereka memimpin Premier League, menatap final Carabao Cup, lolos ke perempatfinal Piala FA dan ada di babak 16 besar Liga Champions.

Kesempatan terdekat meraih trofi ada di Carabao Cup, atau juga disebut Piala Liga Inggris. Laga final melawan Manchester City digelar pada 22 Maret mendatang.

Sementara dua target terbesarnya niscaya adalah Premier League dan Liga Champions. Sebab sudah 22 tahun sejak terakhir kali klub London Utara itu juara Premier League, sementara belum pernah merasakan mengangkat trofi Liga Champions.

Jalan menuju Quadruple memang amat sulit, buktinya belum pernah ada yang bisa melakukannya. Bahkan skuad terhebat Manchester United dan Manchester City pun tak bisa mewujudkannya.

Cole percaya Arsenal bisa memenanginya. Selama mereka bisa menjaga fokus dari laga ke laga dan bisa mengamankan satu trofi lebih dulu.

“Kenapa tidak? Para pemain tampaknya punya keyakinan. Manajernya punya keyakinan dan perlahan tapi pasti mereka menang dari laga ke laga dan kalau mereka bisa melanjutkan performa itu, tidak ada yang mustahil dan mereka akan mulai mendapatkan nuansanya setelah memenangi satu gelar.  Kalau mereka memenangi yang pertama, tak ada yang tahu apa yang bisa terjadi. Itu menumbuhkan kepercayaan diri untuk memenangi trofi,” kata Cole dikutip Metro.

Laga terbaru,  Arsenal dibuat kerepotan saat melawan Mansfield Town pada babak kelima Piala FA 2025/2026. The Gunners memang menang, tapi ini jadi sebuah peringatan serius.

Arsenal menang tipis 2-1 di One Call Stadium, Mansfield, Sabtu (7/3) malam WIB. Menghadapi tim divisi tiga, pasukan Mikel Arteta mendapatkan perlawanan sengit.

Memang secara susunan pemain, Arteta melakukan banyak perubahan. Namun pada prosesnya ia memasukkan sejumlah pemain kunci seperti Eberechi Eze, Jurrien Timber dan Bukayo Saka.

Mantan bek Arsenal Martin Keown menyebut laga kontra Mansfield sebagai sinyal, bahwa tak perlu ada pembahasan soal kans memenangi empat trofi sekaligus. Situasinya bisa berubah sangat cepat, apalagi kini dengan bertambahnya cedera pemain.

Leandro Trossard dan Riccardo Calafiori mengalami cedera di laga tersebut. Arsenal saat ini sudah kehilangan William Saliba, Martin Odegaard, Ben White dan Mikel Merino karena cedera.

“Kalau Anda mulai bicara soal berapa banyak yang bisa dimenangi, itu akan terdengar arogan. Mereka ada di empat kompetisi dan nyaris tersingkir, senyaris itu. Mansfield memberi mereka ancaman nyata. Ini cuma bisa dijalani dari laga ke laga dan sejauh ini sudah amat mahal ‘ongkosnya’ dengan cedera-cedera yang terjadi, jadi manajer mesti agak menata situasi,” kata Keown dikutip Metro.

Sejauh ini, tidak ada pemain Arsenal yang dominan dalam urusan gol karena dibagi rata hampir ke semua personilnya. Sudah ada 19 pemain berbeda mencetak gol untuk Arsenal, paling banyak di antara tim-tim Inggris lainnya.

Viktor Gyokeres sebagai pemain tertajam “cuma” bikin 15 gol di seluruh ajang, termasuk 10 gol di Premier League. Di bawah Gyokeres ada Gabriel Martinelli dengan 11 gol, disusul Bukayo Saka dengan sembilan gol, Eze dengan delapan gol, lalu Leandro Trossard dan Madueke dengan tujuh gol.

Manajer Mikel Arteta sebelumnya menegaskan timnya belum memikirkan target quadruple. “Kami sangat antusias bisa berada di empat kompetisi, dan konsistensi performa tim memberi banyak harapan serta pikiran positif tentang apa yang bisa terjadi. Kami hanya bisa fokus  untuk saat ini,” kata Arteta dikutip dari ESPN.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *