AC Milan Menang, Tapi Inter Tetap Favorit Juara

Selebrasi pemain AC Milan usai Pervis Estupinan mencetak gol ke gawang Inter Milan.

MILAN – AC Milan memenangi Derby Milan dengan mengalahkan Inter Milan 1-0 dalam laga yang berlangsung di San Siro, Senin (9/3) dinihari WIB. Gol tunggal kemenangan Rossoneri dibuat oleh Pervis Estupinan pada menit ke-35.

            Hasil ini bikin Milan memangkas jarak dengan Inter di puncak klasemen Serie A. Milan di posisi kedua dengan 60 angka tertinggal tujuh poin dari Inter di urutan teratas.

Walau menang,  pelatih Milan, Massimiliano Allegri menilai Inter tetap favorit juara. Hal ini karena jarak angka tujuh poin dengan Inter menurutnya terbilang jauh. Mengingat Serie A juga hanya menyisakan 10 laga lagi.

“Inter memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen, itu keuntungan besar, mereka masih tim terkuat dan favorit utama. Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan lebih tajam di sepertiga akhir lapangan dalam beberapa situasi,”  ujar Allegri dikutip dari Football Italia.

Namun, Allegri tmerasa kemenangan di Derby Milan tetap penting untuk tim asuhannya. Hal tersebut untuk mengamankan posisi Il Diavolo di zona Liga Champions. “Kami hanya bisa senang, karena kami berhasil menjaga Juventus tetap tertinggal 10 poin, Como dan Roma tertinggal 9 poin, jadi penting untuk mendapatkan hasil di laga ini,” ujarnya.

Target Milan di musim ini memang mengamankan tiket ke Liga Champions usai musim lalu gagal menembus zona Eropa. Posisi Milan sangat aman untuk mencapai target tersebut.

Selain itu, kemenangan ini memberikan Milan bragging rights atas siapa penguasa kota Milan musim ini. Sebab dalam pertemuan pertama pada November lalu, Luka Modric dan kolega juga menang 1-0.

Menurut catatan, terakhir kali Milan menang dua kali atas Inter terjadi pada musim 2010-11, atau periode pertama Allegri melatih Milan. Saat itu, Milan berhasil menang 1-0 dan 3-0 atas Inter dan keluar sebagai juara di akhir musim, dengan Nerazzurri berada di posisi kedua. Namun begitu, Allegri sadar bahwa timnya masih perlu mengejar Inter.

“Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan lebih tajam di sepertiga akhir lapangan dalam beberapa situasi. Dan kami harus terus memperlihatkan kemampuan terbaik di laga-laga sisa musim ini,” ujarnya.

Allegri  paham, sejak awal musim bahwa kunci bersaing meraih gelar adalah tetap tampil apik di periode krusial seperti sekarang. “Kami bekerja selama tujuh bulan untuk memastikan kami tiba di bulan Maret dalam kondisi sebaik mungkin, karena saat itulah pertandingan terpenting musim ini dimainkan dan segalanya ditentukan,” tegas Allegri.

Pervis Estupinan gembira bisa menjadi bagian dalam kemenangan timnya. Pemain di psisi bek ini menyebut gol itu merupakan  yang terpenting dalam karirnya. “Ya, ini adalah gol terpenting di dalam hidup saya sejauh ini. Pelatih meminta saya untuk maju membantu serangan dan saya menemukan momen yang tepat untuk menendang bola,” ujar Estupinan kepada DAZN.

Estupinan juga menyebut bahwa kemenangan atas Inter Milan ini tidak mudah. Karena Inte Milan saat ini tim terkuat di Italia dan tampil konsisten sepanjang musim. “Kami benar-benar bekerja keras sepanjang pekan ini, dan kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras kami,” kata Estupinan.

Di sisi lain,  Inter Milan buntu dalam laga itu. Padahal, Si Ular tampil dominan sepanjang 90 menit. Inter mencatatkan 62 persen penguasaan bola dibanding Milan yang hanya 38 persen.

Namun kehilangan Lautaro Martinez dan Marcus Thuram begitu terasa untuk lini depan Inter. Lautaro masih menepi akibat berkutat dengan cedera. Sementara, Thuram absen karena sakit.

Tanpa kedua, Inter tampil tumpul. Mereka hanya bikin satu tembakan ke gawang dari 9 percobaan yang dilepaskan.

Pelatih Inter,Cristian Chivu, mengakui bahwa anak asuhannya tak mampu menembus lini belakang Milan. Padahal menurutnya, penampilan Inter cukup baik terutama di babak kedua.

“Kami mencoba meningkatkan tempo permainan setelah jeda dan bermain lebih baik secara sporadis, menciptakan peluang bagus melalui Dimarco. Kami mencoba segala cara untuk mengepung blok pertahanan mereka yang rapat, tetapi tidak mampu menembusnya. Kami sampai ke garis gawang, tetapi tanpa peluang yang jelas, dan kemudian umpan silang cenderung dihalau oleh bek mereka, karena kami tidak pernah berada di depan mereka,”  ujar Chivu dikutip dari Football Italia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *