Kondisi PJU kawasan BKT yang sudah menyala usai sempat mengalami gangguan, Senin (20/4) lalu.
JAKARTA (LB)- Pencurian lampu penerangan jalan umum (PJU) beserta komponen panel listrik belakangan ini marak terjadi di sejumlah titik, terutama di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Pemkot Jakarta Timur menyebut kasus pencurian tersebut dinilai banyak terjadi di area yang minim permukiman warga sehingga pengawasan di lapangan menjadi lebih sulit.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu mengatakan, pihaknya kerap menemukan lampu jalan padam di kawasan BKT akibat dugaan aksi pencurian.
“Aksi pencurian diduga kerap terjadi di kawasan minim permukiman warga, seperti di sepanjang Banjir Kanal Timur,” kata Benhard di Jakarta, Senin (18/5).
Menurut dia, kondisi tersebut membuat Sudin Bina Marga Jakarta Timur meningkatkan pengawasan terhadap aset penerangan jalan, terutama pada malam hari. “Seluruh personel Pasukan Kuning diminta meningkatkan pengawasan, khususnya pada malam hari sambil melakukan pemantauan terhadap lampu PJU yang padam,” ucap Benhard.
Benhard menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan para petugas Pasukan Kuning di Gudang Sudin Bina Marga Jakarta Timur di kawasan Cakung untuk memberikan arahan khusus terkait pengamanan fasilitas PJU.
“Sudah kita kumpulkan di Gudang Sudin Bina Marga, Jalan Raya Stasiun Cakung Nomor 74, RT 07/08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, pada akhir pekan lalu. Mereka diberikan motivasi sekaligus edukasi agar lebih optimal dalam melakukan pengawasan di lapangan,” jelas Benhard.
Ia menilai pencurian komponen PJU bukan hanya menyebabkan kerugian anggaran pemerintah, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Lampu jalan yang padam membuat sejumlah ruas menjadi gelap dan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun tindak kriminalitas.
Untuk memperkuat pengamanan, Sudin Bina Marga Jakarta Timur juga berencana melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Benhard mengatakan, pihaknya akan mengirim surat kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Satpol PP Jakarta Timur agar pengawasan di titik rawan pencurian dapat ditingkatkan.
“Adanya bantuan dari unsur kelurahan, kecamatan, dan Satpol PP, diharapkan pengawasan di lapangan semakin kuat sehingga petugas lebih semangat dan merasa mendapat dukungan dari unit terkait,” ujar Benhard. Menurut dia, kolaborasi lintas instansi diharapkan bisa mempersempit ruang gerak pelaku pencurian dan menjaga fasilitas penerangan jalan tetap berfungsi optimal. *
