Bernardo Silva, Gelandang Manchester City.
MANCHESTER – Gelandang Manchester City Bernardo Silva menyebut timnya dirugikan jadwal saat melawan Arsenal. Silva menyoroti perbedaan waktu istirahat antara Arsenal dan City sebelum laga.
Duel Arsenal kontra Man City dalam lanjutan Premier League berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (21/9) malam WIB. Laga berakhir imbang 1-1 usai gol cepat Erling Haaland dibalas Gabriel Martinelli pada injury time.
City punya 66 jam untuk mempersiapkan tim sebelum melawan Arsenal. Pasukan Pep Guardiola itu bertanding melawan Napoli di Liga Champions pada Kamis (18/9) waktu setempat.
Sementara itu, Arsenal punya waktu istirahat lebih lama ketimbang City. The Gunners menghadapi Athletic Bilbao di San Mames pada Selasa (16/9) waktu setempat.
Silva menilai penjadwalan laga Arsenal melawan Man City tidak adil bagi timnya. Gelandang asal Portugal itu merasa menghadapi Arsenal dalam kondisi yang tidak sepenuhnya fit.
“Tidak adil memainkan salah satu pertandingan (penting) ini seperti ini. Ini tidak benar. Kenyataannya adalah kami tidak bisa menghadapi salah satu pertandingan paling penting musim ini dengan kerugian semacam ini, dalam hal waktu istirahat. Saya tidak merasa ada dalam kondisi yang sempurna untuk bertanding seperti ini dan orang-orang yang belum pernah main di level tertinggi tidak tahu rasanya memainkan pertandingan seperti ini. Anda harus ada dalam kondisi terbaik,” ujar Silva seperti dilansir BBC.
Di laga itu City cuma mencatatkan 32 persen ball possesion, terendah dalam karier Pep Guardiola sebagai manajer. Ini bukan start yang diinginkan City tentunya mengingat mereka adalah salah satu kandidat juara bersama Liverpool dan Arsenal.
City sebenarnya memulai pertandingan dengan baik ketika Haaland mencetak gol. Tapi, setelah itu, City relatif tidak berkembang dan lebih banyak didikte oleh Arsenal. Tak seperti biasanya, City malah sering bermain di daerah pertahanan sendiri.
Sepanjang laga, City terlihat kesulitan membangun serangan. Mereka kalah penguasaan bola dari Arsenal, yang memainkan tiga gelandang dan empat bek di laga itu.
City praktis cuma bisa mengandalkan serangan balik, usai hampir ditekan Arsenal sepanjang laga. Sebab, pegang bola pun susah dilakukan The Citizens.
Dari penguasaan bola itu, City cuma melepaskan 5 shots, dengan 3 yang on target. Sementara Arsenal punya 12 tembakan, dan cuma 3 yang tepat ke gawang.
Penguasaan bola itu menjadi anomali bagi Pep Guardiola, yang dikenal selalu mengandalkan possession ball gila-gilaan pada timnya. Catatan 32 persen penguasaan bola itu menjadi yang paling rendah, dari total 601 laga yang dipimpin manajer asal Spanyol itu.
Pada 2023, City juga pernah dipaksa bermain dengan jarang memegang bola. Lagi-lagi lawannya Arsenal, usai City cuma menguasai bola 36,5 persen, meski saat itu menang 3-1.
Hasil imbang itu yang patut disesali City karena mereka punya potensi utnuk menang, andaikan tidak lengah di masa injury time.
Performa The Citizens di laga itu bahkan disebut seperti tim asuhan Jose Mourinho atau Sam Allardyce. Eks pemain Man City, Micah Richards, mengungkap pendapatnya soal permainan Tijjani Reijnders dan kolega kali ini. Taktik City itu nyaris berhasil membuahkan tiga poin.
“Saya pikir itu tipe Man City yang berbeda dan statistik mencerminkan itu. Anda mengharapkan Man City mendominasi bola tapi Arsenal mendominasi bola dan tak bisa melakukan apa yang mereka inginkan di daerah sepertiga akhir. Itu bukan gaya bermain Pep. Itu gaya bermain Mourinho atau Allardyce. Dan itu hampir berhasil,” kata Richards di BBC.
Start buruk City seperti ini cuma kalah dari era Stuart Pearce dengan empat poin musim 2006/2007. Terkait start buruk itu, Guardiola coba membela para pemainnya. Guardiola menyebut tim kedatangan cukup banyak pemain musim panas kemarin sehingga butuh waktu untuk menyatu dalam permainan.
“Tim ini masih berkembang. Ada banyak pemain baru, termasuk posisi penting di kiper. Banyak pemain cedera. Tim ini masih sangat muda, yang termuda yang pernah kami punya dan bakal jadi masa depan. Kita harus pelan-pelan melihat perkembangannya. Ini perjalangan panjang, jadi kami fokus dari laga ke laga,” ujar Guardiola kepada BBC Radio 5.***
