Tiga pemain Manchester City merayakan kemenangan atas Newcastle United.
MANCHESTER – Manchester City mantap ke final Piala Liga Inggris (Piala Carabao). The Citizens mengalahkan Newcastle United 3-1 pada leg kedua semifinal dengan skor 3-1 yang berlangsung di Etihad, Manchester, Kamis (25/2) dini hari WIB.
Gol tuan rumah didapat lewat brace Omar Marmoush dan satu gol dari Tijjani Reijnders. Sementara Newcastle cuma membalas lewat gol Anthony Elanga. City ke final dengan agregat 5-1.
Selanjutnya, City akan melawan Arsenal di final. Sebelumnya The Gunners menyingkirkan Chelsea lewat agregat 4-2 Usai menang 3-2 di leg pertama, Arsenal kembali menang 1-0 di leg kedua.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola begitu gembira dengan hasil ini. “Saya sangat senang. Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa. Saya tahu betapa sulitnya kompetisi ini,” ujar Guardiola, dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Spanyol itu menyoroti konsistensi Man City dalam satu dekade terakhir. “Dalam 10 tahun, kami lima kali mencapai final Carabao Cup. Itu luar biasa. Top, top, top,” kata dia.
Guardiola juga menegaskan kebanggaannya terhadap para pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer final bersama Man City. Dia menilai kesempatan tampil di partai puncak menjadi pengalaman penting bagi perkembangan tim. “Semua pemain berpeluang tampil di final dan hal itu akan menjadi pengalaman penting bagi mereka,” ujarnya.
Guardiola memberi perhatian khusus pada cara Man City memulai laga. Menurut dia, timnya bermain seolah skor masih 0-0 meski sudah unggul 2-0 dari leg pertama.
“Apa yang paling saya sukai, kami memulai pertandingan seperti skor masih 0-0. Kami tidak bermain aman, justru sebaliknya. Kami punya kecepatan, peluang, tembakan, dan agresif saat menguasai bola. Newcastle terus menekan sepanjang laga, jadi fokus kami harus maksimal,” ujar dia.
Ia juga memahami penurunan intensitas beberapa pemain di babak kedua. Dia menyebut Omar Marmoush dan Nico O’Reilly mulai kelelahan sehingga agresivitas tim sedikit berkurang. Meski begitu, Pep Guardiola menilai pencapaian ini sangat istimewa. “Mereka juara bertahan Carabao Cup. Mengalahkan mereka dalam dua laga dan melakukannya dengan agregat 5-1 itu sangat bagus,” ujarnya.
Pep menyebut bahwa Newcastle sebenarnya bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Namun ia menilai City menunjukkan performa yang luar biasa. “Untuk bisa mencapai partai final, kami harus bermain dengan konsisten di kedua pertandingan semifinal. Kami harus fokus selama 180 menit dan kami berhasil melakukan itu. Kami bermain dengan sangat baik di partai semifinal. Secara umum, bisa menang agregat 5-1 melawan mereka (Newcastle) itu merupakan hasil yang sangat bagus,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa timnya tidak sabar untuk memainkan partai final nanti melawan Arsenal. Ia menilai partai final nanti bakal jadi tantangan yang bagus bagi skuad Manchester City.
“Partai final ini akan jadi pengalaman yang bagus untuk kami. Karena kami akan menghadapi tim terbaik di Eropa atau mungkin tim terbaik di dunia saat ini jika anda melihat cara mereka (Arsenal) bermain atau melalui statistik,” tegas manajer asal Spanyol itu.
Guardiola juga meminta English Football League selaku operator Carabao Cup agar melonggarkan aturan yang melarang Marc Guehi berlaga di partai final bulan depan. Ia amat membutuhkan jasa bek 25 tahun tersebut.
Meski sama-sama datang ke City di bursa transfer musim dingin, nasib berbeda dialami Antoine Semenyo dan Guehi di ajang Carabao Cup. Nama pertama boleh bermain, sedangkan yang kedua tidak.
Sebabnya, ada aturan yang menegaskan pemain baru hanya boleh main bila datang sebelum leg pertama semifinal digelar, yakni pada 13 Januari lalu. Semenyo bergabung tanggal 9 Januari, sedangkan Guehi baru tanggal 19.
“Semoga kami bisa meyakinkan panitia Carabao Cup bahwa Marc (Guehi) bisa bermain di final. Saya tak mengerti mengapa dia tak bisa bermain di final. Semoga mereka bisa mengubahnya,” kata Guardiola.
Sementara manajer Newcastle Eddie Howe menyesali kurang efisien pemainnya di depan gawang. “Itu persis awal yang tidak kami inginkan. Pada gol pertama, Dan (Burn) berusaha menghalau bola dan bola tersebut mengenai penyerang mereka dan masuk ke gawang. Itulah ringkasan awal pertandingan yang kami jalani. Itu kebalikan dari apa yang kami inginkan, dan itu membuat kami kehilangan kendali permainan,” kata Howe kepada Sky Sports.
Newcastle kini telah kalah dalam 12 pertandingan tandang terakhir mereka melawan City di semua kompetisi, rekor kekalahan terpanjang melawan satu lawan dalam sejarah mereka. Final Piala Liga Inggris aka digelar pada 22 Maret 2026, digelar di Stadion Wembley, London.***
