Lahirnya Bayi Panda Raksasa di Taman Safari Indonesia jadi Simbol Kuat Kerja Sama Indonesia dan Tiongkok

Foto bersama Menhut Raja Juli, Dubes Wang Lutong, Jansen Manansang, Frans Manansang dan Hans Manansang serta generasi kedua TSI usai pemotongan tumpeng.

BOGOR (LB)–Seekor bayi panda raksasa lahir dari induk Hu Chun dan Cai Tao pada 27 November 2025 lalu di TSI (Taman Safari Indonesia), Bogor dengan berat berkisar 100-180 gram. Pada Selasa (6/1/2026) bayi panda raksasa yang diberi nama Satrio Wiratama atau Rio diumumkan kepada publik setelah melewati 40 hari kehidupan dengan baik dan sehat.

 Nama tersebut dianugerahkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang bermakna pejuang mulia yang berani dan berbudi luhur.

Dubes Wang Lutong (kemeja putih) bersama Menhut Raja Juli, Jansen Manansang, dan S. Suryadi H bersama-sama memasuki tempat acara syukuran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, didampingi Founder TSI Jansen Manansang hadir dalam acara syukuran “Public Announcement The 1st Giant Panda Cub Born in Indonesia” serta melihat secara langsung bayi panda Rio yang perkembangannya terus dipantau secara intens oleh tim dokter TSI.

Selain itu turut hadir Ketua PPIT (Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok) S. Suryadi H yang mewakili Ketua Umum PPIT Dr. (H.C) Al Busyra Basnur,  yang berhalangan hadir.

Menhut Raja Juli dalam sambutannya mengatakan lahirnya bayi panda Rio ini adalah sebuah kabar baik bagi Indonesia dan juga dunia.

Dubes Wang Lutong dan Menhut Raja Juli Antoni usai menerima cinderamata yang diberikan oleh Jansen Manansang.

“Ini membuktikan bahwa konservasi dapat berjalan beriringan dengan diplomasi, persahabatan antarnegara dan juga kemajuan ilmu teknologi. Sebagai kilas balik, usaha untuk mendatangkan panda ke Indonesia telah dilakukan pada masa pemerintahan Bapak SBY, diterima pada masa Bapak Joko Widodo dan lahir di masa pemerintahan Bapak Prabowo Subianto. Jadi tiga Presiden RI terkait erat dengan panda ini,” terangnya.

Founder TSI Jansen Manansang mengatakan lahirnya bayi panda Rio menjadi sejarah baru bagi dunia konservasi Indonesia.

“Indonesia menjadi negara ke-16 yang mendapat kepercayaan untuk memelihara panda yang merupakan simbol harmoni, perdamaian dan persahabatan. Rio lahir melalui proses inseminasi yang telah dilakukan sebanyak empat kali oleh tenaga medis Indonesia didampingi ahli medis dari Tiongkok dan Jerman. Kelahirannya menjadi pencapaian penting dalam konservasi satwa internasional yang menunjukkan komitmen kami dalam kerja sama ekonomi global, penguatan riset ilmiah lintas negara, integrasi budaya serta pengembangan industri berbasis konservasi,” ujarnya.

Foto bersama usai acara syukuran yang diakhiri dengan makan siang bersama di Istana Panda TSI.

“Kelahiran Rio menjadi kebanggaan bersama, ini juga adalah simbol keberuntungan serta persahabatan yang semakin erat antara kedua negara,” kata Dubes Wang Lutong.

Meski lahir di Bogor, bayi panda Rio tidak bisa selamanya tinggal di TSI karena dalam perjanjiannya tertulis bahwa panda yang ada di luar Tiongkok meskipun lahir di Indonesia akan kembali ke Tiongkok setelah masa kerja sama berakhir. Untuk saat ini masa kontraknya adalah 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan.

Ke depannya untuk dapat diperlihatkan kepada umum bayi panda Rio harus berusia sekitar 100 hari seiring dengan perkembangan fungsi penglihatan dan pendengarannya. Sampai sekarang kondisi bayi panda Rio dengan bobot 1.890 gram ini masih bergantung sepenuhnya pada induknya karena mata dan telinganya belum berfungsi.  linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *